INCINews.net– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima mendesak Kapolres Bima Kota untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kasat Lantas menyusul munculnya dugaan pelaksanaan razia lalu lintas yang dinilai tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menuai keluhan dari masyarakat.
Kabid PTKP HMI Cabang Bima, Rijal Mahendra, menegaskan bahwa penegakan hukum di bidang lalu lintas harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, apabila terdapat indikasi penyimpangan prosedur dalam pelaksanaan razia, maka hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
"Penegakan hukum tidak cukup hanya berorientasi pada tindakan represif, tetapi juga harus menjunjung tinggi prinsip kepastian hukum, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat. Setiap operasi kepolisian wajib dilaksanakan sesuai SOP yang berlaku," tegas Rijal Mahendra.
HMI Cabang Bima meminta Kapolres Bima Kota untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan razia yang dipersoalkan, termasuk memeriksa apakah prosedur operasi telah dijalankan sesuai aturan internal Polri. Jika ditemukan adanya pelanggaran disiplin atau penyalahgunaan kewenangan, HMI menilai langkah penegakan disiplin harus dilakukan secara terbuka dan profesional.
Selain itu, HMI juga mendorong agar Polres Bima Kota meningkatkan pengawasan terhadap seluruh kegiatan penindakan lalu lintas sehingga pelaksanaan razia benar-benar berorientasi pada keselamatan pengguna jalan, bukan sekadar penindakan administratif.
"HMI tidak sedang menghalangi penegakan hukum. Sebaliknya, kami ingin memastikan bahwa setiap tindakan aparat dilaksanakan secara profesional, humanis, dan sesuai SOP agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri tetap terjaga," tutup Satria. (Pel-Red)

