Incinews.net
Rabu, 08 Juli 2026, 15.50 WIB
Last Updated 2026-07-08T07:50:59Z
Dinas Pertanian dan PeternakanHeadlineKota BimaProgram Pemerintahan

Distan Kota Bima Siapkan Tiga Inovasi, dari Peta Digital hingga Chatbot untuk Petani



INCINews.net.  Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima menyiapkan tiga inovasi layanan publik untuk mempercepat transformasi sektor pertanian dan peternakan. Tiga program tersebut, yakni SIGPetaKobi Digital, Kandang Portabel, dan Chatbot Tani Digital, diklaim menjadi solusi atas sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi petani, peternak, maupun petugas di lapangan.


Ketiga inovasi itu merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Bima yang meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menghadirkan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Abdul Najir, S.Pt., M.M., menjelaskan, SIGPetaKobi Digital dikembangkan sebagai pusat informasi pertanian berbasis digital. Melalui platform tersebut, masyarakat, petani, investor, maupun pemangku kepentingan dapat mengakses berbagai data dan peta pertanian Kota Bima secara cepat dan mudah.


"Meski masih dalam tahap penyempurnaan sistem, layanan informasi peta pertanian ini nantinya dapat diakses langsung secara digital oleh masyarakat," kata Abdul Najir, Rabu (8/7/2026).


Selain memperkuat layanan informasi, Dinas Pertanian dan Peternakan juga menghadirkan Kandang Portabel untuk mengatasi kendala pelayanan kesehatan hewan. Selama ini, petugas vaksinasi ternak kerap kesulitan karena tidak tersedianya kandang yang memadai di lokasi peternakan. Kehadiran kandang portabel diharapkan membuat proses vaksinasi lebih cepat, aman, dan efisien.


"Kandang portabel lebih sederhana, mudah dipindahkan, dan dapat digunakan di mana saja sesuai kebutuhan pelayanan," ujarnya.


Sementara itu, Chatbot Tani Digital menjadi inovasi yang menyasar persoalan hama tanaman. Melalui layanan berbasis kecerdasan digital tersebut, petani cukup memotret tanaman yang terserang hama, kemudian sistem akan memberikan informasi awal dan rekomendasi penanganan secara otomatis.


"Petani tinggal memfoto tanaman yang bermasalah, mengirim pertanyaan, lalu sistem akan memberikan jawaban sesuai kondisi yang dihadapi," tutur Abdul Najir.


Menurutnya, seluruh inovasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, sehingga tidak hanya menjadi terobosan teknologi, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan petani dan peternak, serta mendorong modernisasi sektor pertanian di Kota Bima. *Pel-Red