INCINews.net — Aliansi LSM Bersatu Anti Korupsi Kota Bima yang terdiri atas LPPK-NTB dan BAPEKA-NTB mendatangi BRI Unit Raba dan BRI Cabang Bima, Kamis (23/7/2026). Mereka membawa sederet aduan masyarakat yang, menurut aliansi, selama ini belum memperoleh respons memadai dari manajemen BRI.
Aksi di dua kantor BRI itu menjadi puncak akumulasi keluhan yang diklaim diterima aliansi dari masyarakat. Salah satu isu yang disorot ialah pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon hingga Rp100 juta. Aliansi mengaku menerima laporan mengenai dugaan penggunaan barang jaminan dalam penyaluran kredit tersebut.
"Kami menerima banyak aduan masyarakat. Salah satunya terkait program KUR Rp100 juta yang disebut menggunakan barang jaminan," kata Koordinator Aksi, Akbar.
Bagi aliansi, persoalan tersebut tidak lagi sebatas keluhan administratif. Mereka menilai, berbagai aduan yang terus bermunculan semestinya segera dijawab secara terbuka oleh pihak BRI agar tidak memunculkan kecurigaan dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan perbankan.
Namun, harapan untuk berdialog langsung dengan pimpinan BRI tidak terwujud. Saat massa mendatangi BRI Unit Raba maupun BRI Cabang Bima, pimpinan disebut tidak berada di tempat. Menurut koordinator aksi, jawaban yang disampaikan oleh perwakilan bank juga dinilai tidak menyentuh substansi tuntutan yang dibawa massa.
"Jawaban pihak bank bertolak belakang dengan tuntutan yang kami sampaikan," ujar Akbar.
Ketiadaan penjelasan resmi dari pimpinan BRI dinilai semakin memperkuat kekecewaan peserta aksi. Aliansi menyatakan telah menghimpun sejumlah persoalan lain yang berkaitan dengan pelayanan BRI di Bima dan mengisyaratkan akan membawa seluruh temuan tersebut ke ranah hukum apabila tidak segera memperoleh klarifikasi.
"Mengingat persoalan ini belum mendapat tanggapan dari pimpinan BRI, kami akan melanjutkannya melalui proses hukum," kata Adim, perwakilan aliansi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI Unit Raba maupun BRI Cabang Bima belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. INCINews.net masih membuka hak jawab dari pihak BRI guna mendapatkan penjelasan dan tanggapan atas berbagai tudingan yang disampaikan aliansi. (Pel-Red

