Incinews.net|Kota Bima. Rumah seorang warga di Kampung Sigi, Kelurahan Paruga, Kota Bima, yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah kondisinya viral di media massa dan media sosial, kini mulai mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Rabu (3/6/2026), Wali Kota Bima, H. Arahman H. Abidin, turun langsung menemui warga penerima bantuan bersama jajaran Pemerintah Kota Bima.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Dinas PUPR, Baznas Kota Bima, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya. Kehadiran rombongan pemerintah disambut hangat oleh warga yang telah lama menantikan kepastian bantuan bagi keluarga tersebut.
Di hadapan warga, Wali Kota menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih layak.
“Bantuan ini merupakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari Kementerian PUPR,” kata Walikota.
Tak hanya memastikan bantuan perumahan berjalan sesuai harapan, Wali Kota juga menyerahkan tambahan bantuan tunai sebesar Rp5 juta kepada penerima manfaat. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan lain yang belum terakomodasi dalam program pemerintah pusat.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Bima juga menyerahkan puluhan tong sampah kepada Kelurahan Paruga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebersihan lingkungan dan mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Menurut Wali Kota, keberhasilan menghadirkan bantuan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada sejumlah anggota legislatif yang turut membantu proses pengusulan bantuan hingga terealisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, mulai dari anggota DPRD Provinsi NTB hingga anggota DPR RI yang telah membantu dan memperjuangkan program ini,” ujarnya.
Kunjungan itu sekaligus menjadi bukti respons pemerintah terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Rumah warga yang sebelumnya menjadi perbincangan publik kini memperoleh penanganan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai elemen lainnya. (Pel-Red)

