Incinews.net
Minggu, 21 Juni 2026, 13.50 WIB
Last Updated 2026-06-21T06:07:59Z
BUMDHeadlineHukum dan HAMKabupaten BimaKorban MeninggalRSUD Bima

RSUD Bima Beri Penjelasan Terkait Meninggalnya Bayi Asal Desa Tolouwi



InciNesw.Net. Menanggapi pemberitaan mengenai meninggalnya bayi berusia dua hari asal Desa Tolouwi, Kecamatan Monta,Kabupaten Bima, yang dikaitkan dengan dugaan kendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan, RSUD Bima memberikan klarifikasi resmi terkait pelayanan yang diberikan kepada pasien tersebut.


Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, MPH, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya bayi tersebut dan turut berempati kepada keluarga yang sedang berduka.


"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga pasien. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ujar Ihsan melalui rilisan resminya, Minggu, 21/6/2026.


Menurutnya, sejak pasien tiba di RSUD Bima, tim medis langsung memberikan penanganan sesuai kebutuhan medis pasien tanpa menunda pelayanan karena alasan administrasi.


Ia menjelaskan bahwa bayi tersebut datang dengan kondisi kesehatan yang sangat kritis sehingga membutuhkan tindakan medis intensif dan pemantauan ketat oleh tenaga kesehatan.


"Penanganan medis diberikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Seluruh tenaga medis yang terlibat telah melaksanakan pelayanan sesuai standar profesi dan prosedur yang berlaku. Prioritas utama kami adalah keselamatan pasien," katanya.


Terkait informasi yang berkembang mengenai kendala administrasi BPJS Kesehatan, pihak RSUD Bima menegaskan bahwa aspek administrasi dan aspek pelayanan medis merupakan dua hal yang berbeda. Rumah sakit, kata dia, tetap memberikan pelayanan kegawatdaruratan dan penanganan medis yang diperlukan kepada pasien.


"Pasien dalam kondisi gawat darurat tetap mendapatkan pelayanan medis. Adapun proses administrasi merupakan mekanisme yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak mengurangi upaya medis yang diberikan kepada pasien," jelasnya.


Lebih lanjut, Ihsan menerangkan bahwa pasien dengan kondisi kritis dan berbagai komplikasi memiliki tingkat risiko kematian yang tinggi. Oleh karena itu, hasil akhir perawatan sangat dipengaruhi oleh kondisi medis yang mendasari pasien.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh upaya medis yang diperlukan telah dilakukan secara maksimal oleh tim yang bertugas selama pasien menjalani perawatan.


RSUD Bima juga mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan menyatakan terbuka terhadap evaluasi yang konstruktif demi peningkatan mutu layanan ke depan.


"Kami mengajak seluruh pihak untuk menunggu informasi yang lengkap dan utuh serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta diperoleh. RSUD Bima berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien," pungkasnya.


Pemberitaan mengenai meninggalnya bayi asal Desa Tolouwi sebelumnya menjadi perhatian publik setelah keluarga menyampaikan adanya dugaan kendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan saat proses perawatan berlangsung. Peristiwa tersebut kini menjadi sorotan masyarakat dan memunculkan berbagai tanggapan di ruang publik.*Pel-Red