InciNews.net | Mataram – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Salman Alfarizi, SH, kembali menegaskan pentingnya pendirian Fakultas Kedokteran (FK) negeri di Pulau Sumbawa. Menurutnya, kehadiran FK tidak hanya menjawab kebutuhan daerah akan tenaga medis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pemerataan pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah timur NTB.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang akrab disapa Haji Salman ini menilai Pulau Sumbawa memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat pendidikan kesehatan. Terlebih, jika ditopang oleh institusi pendidikan kedokteran yang memadai dan berstatus negeri. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Sumbawa–Sumbawa Barat itu pun memaparkan sejumlah alasan yang membuat pendirian FK negeri di Sumbawa semakin mendesak.
Pertama, pemerataan layanan kesehatan. Salman menegaskan bahwa FK negeri di Sumbawa akan menjadi solusi penting untuk mengatasi ketimpangan layanan kesehatan. Selama ini, masyarakat di wilayah terpencil masih harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan layanan medis yang layak.
“Dengan adanya FK di Sumbawa, kebutuhan tenaga dokter akan lebih cepat terpenuhi. Dan yang paling bagusnya lagi, masyarakat kita tidak perlu lagi harus jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya. Senin (1/12/2025).
Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Keberadaan FK dinilai akan membuka akses pendidikan kedokteran yang lebih luas bagi putra-putri daerah. Mereka dapat menempuh pendidikan tanpa harus keluar pulau, sehingga mendorong peningkatan kualitas SDM lokal sekaligus memotivasi tenaga medis untuk kembali mengabdi di daerah asal.
Ketiga, mendorong perkembangan Universitas Samawa (UNSA). Haji Salman menyebut pendirian FK sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi NTB yang tengah mendorong penegerian UNSA. Menurutnya, kehadiran fakultas kedokteran akan memberikan nilai strategis dan meningkatkan daya saing UNSA sebagai perguruan tinggi negeri ke depan.
Keempat, solusi jangka panjang atas kekurangan tenaga medis. Kekurangan dokter, khususnya di wilayah terpencil, masih menjadi persoalan nasional. Salman menilai FK negeri di Sumbawa dapat menjadi jawaban jangka panjang dalam pemenuhan tenaga medis, sekaligus memperkuat layanan kesehatan hingga ke tingkat desa.
Kelima, dampak ekonomi dan pembangunan daerah. Ia meyakini, keberadaan FK akan memberikan efek berganda, tidak hanya pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas akademik kedokteran diyakini mampu mendorong pertumbuhan UMKM, kebutuhan hunian, serta berbagai layanan penunjang lainnya.
“Jika pendidikan dan kesehatan berjalan maksimal, maka pembangunan daerah akan jauh lebih baik ke depannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Salman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Gubernur NTB, yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan dan kesehatan di Pulau Sumbawa. Ia memuji langkah Pemprov NTB yang mendorong penegerian UNSA serta mengupayakan peningkatan status RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dari tipe C menjadi tipe B.
Dengan berbagai dukungan tersebut, ia berharap rencana pendirian FK negeri di Sumbawa dapat segera direalisasikan. Menurutnya, kehadiran fakultas kedokteran bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, melainkan juga merupakan investasi besar bagi masa depan Pulau Sumbawa.
