Bupati Bima Peringati Nujulul Qur’an Di Masjid Al - Abrar Kecamatan Palibelo -->

Iklan 970x250px

Bupati Bima Peringati Nujulul Qur’an Di Masjid Al - Abrar Kecamatan Palibelo

Minggu, 26 Mei 2019
Bima,Incinews.Net- Momentum Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bima dan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi NTB yang dipusatkan di Masjid Al - Abrar Desa Bre Kecamatan Palibelo. Jum’at (24/5) dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE melaksanakan kegiatan Malam Nujulul Qur’an tingkat Kabupaten Bima.
Dalam pemyampaianya, Umi Dinda  mengatakan bahwa dengan kita melaksanakan peringatan Nuzulul Qur’an yakni salah satu peringatan malam turunnya Al – Qur’an untuk pertama kalinya oleh Allah,SWT, sehingga dari turunya Al – Qur’an ini diberikan kepada Nabi Besar Muhammad, SAW dalam rangka mengamalkan isi kandungan Al – Qur’an dalam kehidupanya,Ungkapnya.
Dengan diturunkanya kitab suci Al – Qur’an ini, sebagai risalah terakhir yang sempurna dan universal bagi seluruh ummat manusia dengan konsep tanzil-turun, membawa atau menurunkan banyak pesan yang harus direpresentasikan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT menurunkan Al – Qur’an saat manusia sedang mengalami kekosongan para rasul, kemunduran akhlak dan kehancuran problem kemanusiaan, sosial politik dan ekonomi,Kata Bupati Bima
Dikatakanya pada setiap problem itu, AL- Qur’an meletakkan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar yang umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia selanjutnya yang relevan di setiap zaman,Jelasnya.
“Al-Qur'an diturunkan sebagai kitab suci terakhir, dimaksudkan untuk menjadi petunjuk, bukan saja pada masyarakat tempat di mana kitab ini diturunkan, tetapi juga kepada seluruh masyarakat hingga akhir zaman,Kata Bupati Bima.
Substansi ajaran Al-Qur'an tidak dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang seragam di seluruh belahan bumi dan di sepanjang masa, tetapi memberikan prinsip-prinsip umum yang memungkinkan terjadinya pola keseimbangan hidup di dalam masyarakat, dan pada gilirannya suasana ketentraman di bawah ridha Allah SWT akan terwujud di masyarakat, yaitu terciptanya masyarakat yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,Terangnya.
Al – Qur’an juga memiliki dimensi historis, ruang dan waktu yang berbeda. Oleh karena itu, bacaan terhadap AlQur'an membutuhkan pengetahuan yang bersifat interdisipliner, terutama dalam upaya menggali makna - makna yang terkandung di dalamnya sekaligus merupkan dasar hukum Islam dan sumber syariat islam yang memiliki manfaat bagi umat manusia. Nabi Muhammad adalah seorang rasul yang dipercaya menerima muksizat Al-quran yang bertugas untuk menyampaikan, mengamalkan, dan menafsirkan Al-quran.
Bupati Bima berharap dengan diperingatinya Nuzulul Qur’an, akan menjadikan Al – Qur’an sebagai kitab suci, panutan dan pedoman bagi seluruh umat manusia sekaligus sebagai arahan bagi mereka yang ingin hidup sebagai manusia Robbany,Tutupnya.(inc) Hum