KOTA BIMA, INCI News — Pemerintah Kota Bima menyalurkan 3 ton beras cadangan pangan kepada anak-anak yang menjadi sasaran penanganan stunting melalui tiga puskesmas, Senin (26/10/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung di halaman Puskesmas Paruga dan dihadiri Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E., bersama sejumlah kepala perangkat daerah dan unsur kewilayahan.
Tiga puskesmas penerima bantuan tersebut yakni Puskesmas Paruga, Mpunda, dan Jatibaru. Masing-masing memperoleh alokasi 100 paket beras untuk disalurkan kepada keluarga sasaran.
Program yang didanai melalui APBD Kota Bima pada Dinas Ketahanan Pangan itu menggunakan pendataan berdasarkan nama dan alamat (by name by address) untuk mendukung ketepatan penyaluran.
Wali Kota Bima meminta puskesmas dan lurah turun langsung mendata anak-anak yang mengalami stunting serta memastikan mereka mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
“Anak-anak yang mengalami stunting didata dan dipastikan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” kata Rahman.
Ia juga mendorong pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui pemberian makanan bergizi, termasuk susu dan telur. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, dan keluarga.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan merencanakan pengembangan bantuan pangan pada tahun mendatang melalui paket yang mencakup beras, susu, abon, dan bahan pangan lainnya.
Pemkot Bima berharap kolaborasi lintas perangkat daerah dapat memperkuat penanganan stunting. Namun, efektivitas program juga membutuhkan pemantauan kondisi gizi anak dan evaluasi berkala untuk memastikan intervensi memberikan hasil nyata.
Dalam bahan keterangan kegiatan tersebut, belum disebutkan total anggaran program, jumlah keseluruhan anak stunting yang menjadi sasaran di Kota Bima, maupun indikator evaluasi dampak bantuan. (Pel-Red)

