KOTA BIMA, INCI News — Pekerja bongkar muat di Pelabuhan Bima, Kota Bima, membentuk Pengurus Basis Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) TKBM Pelabuhan Bima, Rabu (21/10/2026). Pembentukan serikat ini menjadi langkah pekerja untuk memperjuangkan upah layak, keselamatan kerja, dan jaminan sosial.
Konferensi pembentukan serikat berlangsung di aula pertemuan Kelurahan Tanjung, Kota Bima. Dalam forum tersebut, Ardiansyah terpilih sebagai Ketua Pengurus Basis FSBPI TKBM Pelabuhan Bima.
Ardiansyah mengatakan, serikat dibentuk untuk menyatukan aspirasi pekerja agar perjuangan pemenuhan hak ketenagakerjaan dapat dilakukan secara kolektif.
“Serikat ini kita bentuk sebagai wadah perjuangan bersama. Kita ingin buruh Pelabuhan Bima memiliki kekuatan kolektif untuk memperjuangkan upah yang layak, jaminan keselamatan kerja, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ardiansyah.
Menurut dia, organisasi buruh juga akan mendorong komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan ketenagakerjaan dan mencari penyelesaian atas kebutuhan pekerja.
Selain upah, agenda perjuangan serikat mencakup penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penyediaan alat pelindung diri, serta perlindungan bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.
Pimpinan sidang konferensi, Bambang Dwi Prayitno, mengatakan organisasi buruh perlu dibangun secara solid dan demokratis. Kepengurusan, menurut dia, harus menjalankan mandat anggota dan memastikan aspirasi pekerja menjadi dasar pengambilan keputusan.
“Serikat harus tetap solid, demokratis, dan konsisten memperjuangkan hak serta kesejahteraan anggotanya,” ujar Bambang.
Setelah pembentukan kepengurusan, konsolidasi anggota menjadi langkah berikutnya. Organisasi diharapkan mampu merumuskan tuntutan bersama dan mengawal pemenuhan hak-hak pekerja bongkar muat di Pelabuhan Bima. (Pel-Red)

