INCI News — Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang (UNPAM) memperkuat kapasitas komunikasi pengurus Bank Sampah Sentosa di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang Selatan, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Minggu (18/10/2026).
Kegiatan bertema Komunikasi Lingkungan untuk Membangun Partisipasi, Kepedulian, dan Keberlanjutan tersebut menekankan pentingnya komunikasi dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Dalam kegiatan itu, Asrianto Asgaf mengatakan, bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan sampah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran serta partisipasi warga.
Menurut dia, pengurus bank sampah perlu memiliki kemampuan berkomunikasi secara persuasif dan dialogis agar masyarakat tidak sekadar menjadi penerima sosialisasi, tetapi turut terlibat dalam gerakan lingkungan.
“Masyarakat jangan hanya ditempatkan sebagai penerima pesan. Mereka harus menjadi bagian dari proses komunikasi itu sendiri,” ujarnya.
Selain komunikasi langsung, kegiatan tersebut membahas pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi mengenai aktivitas dan manfaat Bank Sampah Sentosa.
Pemateri Muhammad Farras Razin menjelaskan, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus memperkenalkan kegiatan bank sampah kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut dia, pengurus dapat mengembangkan konten sederhana mengenai pemilahan sampah, jadwal pelayanan, mekanisme menabung sampah, hingga dokumentasi kegiatan komunitas.
“Media sosial bukan hanya tempat mengunggah dokumentasi kegiatan, tetapi juga ruang sosialisasi untuk memperkenalkan Bank Sampah Sentosa dan mengajak masyarakat berpartisipasi,” kata Farras.
Ia menambahkan, konsistensi penyampaian informasi dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami menjadi faktor penting dalam membangun komunikasi digital yang efektif.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNPAM untuk menghubungkan teori komunikasi interpersonal, persuasif, organisasi, dan digital dengan persoalan nyata di masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, penguatan komunikasi diharapkan dapat membantu pengurus membangun kepercayaan warga, memperluas partisipasi, serta menjaga keberlanjutan gerakan pengelolaan sampah.
Upaya ini menegaskan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas dan ajakan menjaga kebersihan. Keterlibatan masyarakat juga membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan, dialogis, dan mampu mendorong perubahan perilaku. (Pel-Red)

