Incinews.net
Rabu, 09 September 2026, 19.19 WIB
Last Updated 2026-09-09T11:31:15Z
BGNBima-NTBHeadlineHMI cabang BimaMitra SPPG

HMI Bima Minta BGN Evaluasi Dapur MBG, Soroti Kualitas Menu hingga Anggaran

Gambar: Ilustrasi EAI


INCINews.net— Pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mendapat sorotan terkait kualitas menu dan dugaan ketidakwajaran harga bahan baku yang digunakan. Rabu, 9/9/2026.


Dalam keterangannya, HMI Cabang Bima meminta Inspektorat utama Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG di Bima, termasuk memastikan harga bahan baku yang dibeli sesuai dengan harga pasar.


Fitrah mengatakan, anggaran MBG semestinya digunakan secara efektif agar penerima manfaat memperoleh makanan dengan kualitas dan kandungan gizi sesuai ketentuan.


Karena itu, setiap dugaan ketidakwajaran dalam pengadaan bahan makanan, menurut dia, perlu diperiksa secara transparan.


“Kalau harga bahan baku yang dibeli tidak sesuai dengan harga pasar, anggaran yang tersedia berpotensi tidak optimal untuk mendukung kualitas menu,” kata Fitrah.


Menurut dia, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung terhadap kualitas makanan yang diterima anak-anak dan masyarakat penerima manfaat.


HMI Cabang Bima meminta pemeriksaan tidak berhenti pada aspek administratif. Inspektorat utama BGN dinilai perlu turun langsung ke dapur MBG untuk memastikan proses pengelolaan berjalan sesuai ketentuan.


Pemeriksaan itu, kata Fitrah, setidaknya mencakup mekanisme pembelian bahan baku, harga yang dibayarkan, kesesuaian harga dengan harga pasar, jumlah dan kualitas bahan makanan, serta penggunaan anggaran di masing-masing dapur.


“Seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dapur MBG tidak alergi terhadap audit,” tegasnya.


Fitrah menilai audit penting dilakukan untuk memastikan anggaran program MBG benar-benar berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, sekaligus mencegah munculnya potensi penyimpangan dalam rantai pengadaan. (Pel-Red)