Incinews.net
Sabtu, 12 September 2026, 18.47 WIB
Last Updated 2026-09-13T10:47:59Z
HeadineKabupaten BimaMakan BergiziTP-PKK

Cegah Stunting, TP-PKK Bima Dorong Keluarga Tingkatkan Konsumsi Ikan



INCINews.net— Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bima tidak cukup hanya melalui penanganan setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan. Edukasi gizi di tingkat keluarga menjadi salah satu kunci yang didorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bima melalui kampanye konsumsi ikan.


Pesan itu disampaikan dalam Lomba Masak Serba Ikan yang digelar TP-PKK Kabupaten Bima melalui Pokja III dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Gedung PKK Kabupaten Bima, Sabtu (12/9/2026).


Ketua TP-PKK Kabupaten Bima yang diwakili Ketua Bidang III TP-PKK, Hj. Siti Romlah, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi memasak. Lomba diarahkan menjadi sarana edukasi agar keluarga meningkatkan konsumsi ikan dan menerapkan pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (BBSA).


Pencegahan stunting menjadi salah satu tujuan utama dari edukasi tersebut. Keluarga didorong memahami bahwa pemenuhan gizi anak harus dimulai dari pola makan sehari-hari, termasuk dengan memanfaatkan ikan sebagai sumber protein.


Menurut Romlah, ikan memiliki kandungan protein yang baik sehingga perlu diolah secara kreatif agar menjadi makanan yang menarik, lezat, bergizi, dan disukai anak-anak, terutama pada masa pertumbuhan.


Langkah tersebut juga diarahkan untuk mengubah edukasi gizi menjadi praktik di rumah. Para kader PKK dari seluruh kecamatan diberi ruang untuk bertukar pengetahuan mengenai pengolahan ikan dan pemanfaatan bahan pangan lokal.


Dengan pendekatan itu, pencegahan stunting tidak ditempatkan semata sebagai urusan program pemerintah, tetapi juga sebagai tanggung jawab keluarga dalam memastikan anak memperoleh makanan bergizi sejak dini.


TP-PKK berharap pengetahuan yang diperoleh para kader dapat diteruskan kepada keluarga di masing-masing wilayah. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti sebagai lomba, tetapi menghasilkan perubahan perilaku konsumsi yang mendukung tumbuh kembang anak dan memperkuat ketahanan gizi keluarga. (Pel-Red)