Incinews.net
Minggu, 20 September 2026, 11.26 WIB
Last Updated 2026-09-20T03:26:05Z
HeadlineKabupaten BimaPemerintah Kabupaten BimaRSUD Sondosia

Bangunan RSUD Sondosia Retak dan Menua, Manajemen Siapkan Pembangunan Gedung Baru Bertahap



INCINews.net — Kondisi sejumlah bangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mulai memprihatinkan. Sejumlah bagian fisik bangunan terlihat mengalami keretakan dan menunjukkan tanda-tanda penuaan.


Liputan langsung Incinews.net, Minggu (20/9/2026), menemukan sejumlah bangunan lama masih digunakan untuk menunjang pelayanan rumah sakit meski kondisi fisiknya terlihat tidak lagi optimal.


Di sisi lain, beberapa bagian bangunan telah mendapatkan renovasi. Namun, pada bagian selatan rumah sakit masih terlihat sejumlah retakan pada struktur bangunan.


Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian bangunan yang mengalami kerusakan masih berada dalam lingkungan pelayanan rumah sakit.


Kepala RSUD Sondosia Dr. Firman MPH menjelaskan, bangunan rumah sakit tersebut dibangun sejak 2009. Selama periode tersebut, pemeliharaan bangunan dinilai masih terbatas.


“Bangunan RS itu dibangun 2009. Selama masa itu sangat minim pemeliharaan. Beberapa tahun terakhir kita internal RS hanya mampu melakukan pemeliharaan ringan,” ujarnya.


Menurut dia, keterbatasan pemeliharaan juga berkaitan dengan rencana pengembangan RSUD Sondosia. Sebagian besar bangunan lama tidak masuk dalam rencana pengembangan yang tercantum dalam master plan rumah sakit.


Karena itu, untuk bangunan yang membutuhkan rehabilitasi berat, manajemen mempertimbangkan pembangunan gedung baru dibandingkan melakukan rehabilitasi terhadap bangunan lama.


“Jika ingin rehab berat, kami mempertimbangkan lebih baik bangun baru,” katanya.

Langkah tersebut mulai dilakukan secara bertahap sejak 2025. Salah satu pembangunan yang telah direalisasikan adalah Gedung B.


Manajemen RSUD Sondosia kini tengah mempersiapkan persyaratan untuk pembangunan gedung berikutnya, termasuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).


Untuk 2027, pembangunan direncanakan berlanjut dengan Gedung C yang diperuntukkan sebagai gedung perawatan dengan konsep Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) tiga lantai.


Selain itu, terdapat rencana pengembangan Gedung A yang akan diarahkan untuk pelayanan rawat jalan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara terintegrasi.


Kepala RSUD Sondosia berharap dukungan berbagai pihak agar pembenahan sarana dan prasarana rumah sakit dapat dilakukan secara bertahap.


“Mohon doa dan dukungannya, agar fasilitas dan sarana yang saat ini kurang bagus secara bertahap menjadi jauh lebih baik dan bahkan menjadi lebih modern,” pintanya.


Kondisi bangunan lama dan rencana pembangunan gedung baru tersebut menunjukkan bahwa pembenahan RSUD Sondosia masih dilakukan secara bertahap. Sementara itu, bangunan yang masih digunakan tetap menjadi bagian dari pelayanan rumah sakit kepada masyarakat. (Pel-Red)