INCINews.net— HMI Cabang Bima menyoroti penanganan aparat penegak hukum (APH) Polres Bima Kota terhadap kasus dugaan upaya pembakaran Kantor DPRD Kabupaten Bima. Hingga kini, pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut belum terungkap.
Sorotan itu disampaikan Satria Jundullah dari Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Bima. Ia meminta aparat tidak berhenti pada penyelidikan awal, tetapi mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
Menurut Satria, upaya pembakaran gedung DPRD merupakan persoalan serius karena menyasar fasilitas negara dan kantor lembaga perwakilan rakyat.
“Kami meminta APH bekerja secara profesional dan serius mengungkap siapa pelakunya. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan,” Kata Satria, Sabtu, 22/8/2026.
Ia meminta penyidik menelusuri seluruh alat bukti dan petunjuk yang ada, termasuk rekaman kamera pengawas, keterangan saksi, serta rangkaian kejadian sebelum dan setelah upaya pembakaran.
Satria juga meminta aparat tidak hanya mengejar pelaku lapangan jika nantinya berhasil diidentifikasi. Kemungkinan adanya pihak yang merencanakan, menggerakkan, memerintahkan, atau mendanai aksi tersebut, kata dia, juga harus ditelusuri berdasarkan bukti yang ditemukan.
“Kalau memang ada aktor intelektual di belakangnya, harus diungkap. Jangan berhenti pada pelaku lapangan,” ujarnya.
HMI menilai keterbukaan mengenai perkembangan penanganan perkara penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat. Namun, penyampaian informasi tersebut tetap harus memperhatikan kepentingan penyidikan.
Satria berharap APH segera memberikan kepastian mengenai perkembangan kasus tersebut dan memastikan setiap pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum.
“Tidak boleh ada tebang pilih. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum,” katanya. (Pel-Red)

