Incinews.net
Minggu, 23 Agustus 2026, 20.29 WIB
Last Updated 2026-08-23T12:29:57Z
HeadlineKabupaten Lombok TengahKorban KebakaranNTBRumah adat

75 Rumah di Desa Adat Sade Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp34 Miliar

 



INCINews.net. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sedikitnya 75 rumah terdampak kebakaran yang melanda kawasan Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Sabtu (22/8/2026) malam.


Selain rumah warga, kebakaran juga menghanguskan sejumlah fasilitas adat, tempat ibadah, serta bangunan yang selama ini menjadi penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.


Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp34 miliar.


“Kalau ditotal tadi, semua kita, dalam hitungannya kurang lebih Rp34 miliar,” kata Pathul, Minggu (23/8/2026).


Adapun bangunan yang terdampak meliputi satu masjid, empat berugak bertiang enam, enam berugak bertiang empat, satu lumbung alang-alang, 69 art shop, satu bale beleq, satu toilet, satu gerbang adat, dan satu lumbung.


20 Rumah di Luar Kawasan Sade Ikut Terdampak


Dampak kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan utama Dusun Adat Sade.


Pemkab Lombok Tengah juga mencatat sekitar 20 rumah yang berada di luar kawasan utama ikut terdampak. Namun, data tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan dan nilai kerugiannya.


Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan.


Pathul mengatakan, dampak kebakaran tidak sebatas kerusakan fisik. Kebakaran juga menyebabkan sebagian warga kehilangan sumber mata pencaharian.


“Betapa kerugian ini menjadikan orang-orang hilang mata pencahariannya,” ujar Pathul.


Salah satu kelompok yang menjadi perhatian pemerintah adalah perempuan yang selama ini memperoleh penghasilan dari kegiatan menenun.


Aktivitas menenun terhenti setelah tempat dan fasilitas yang digunakan masyarakat terdampak kebakaran.


“Terutama untuk perempuan-perempuan yang kehilangan pekerjaan yang biasanya menenun. Rezeki yang mereka dapatkan setiap hari di tempat ini sudah berhenti karena kondisi dan keadaan ini,” kata Pathul.


Pemulihan Ekonomi Warga


Pemkab Lombok Tengah menilai pemulihan kawasan Sade tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak.


Pemerintah juga menyiapkan pembahasan mengenai program pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak.


Program tersebut antara lain dapat berupa edukasi, pelatihan keterampilan, dan dukungan permodalan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi.


“Ini yang nanti akan kita bicarakan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” kata Pathul.


Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selanjutnya akan menyelesaikan pendataan dan verifikasi kerusakan sebelum kebutuhan pemulihan dibahas lebih lanjut dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. (Pel-Red)