INCINews.net|Kab.Bima. Ratusan warga Kabupaten Bima menggelar aksi blokade jalan Senin, 29/6/ 2026 sebagai bentuk protes terhadap maraknya peredaran narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Bima. Dalam aksi tersebut, warga mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas jaringan peredaran narkoba hingga pihak yang diduga menjadi pengendalinya,
Aksi berlangsung dengan membentangkan spanduk bertuliskan Stop Narkoba dan menyampaikan orasi secara bergantian. Massa menilai perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan kurir atau pelaku lapangan, tetapi harus mampu membongkar jaringan yang berada di balik peredarannya.
Bagi warga, penyalahgunaan narkotika telah berkembang menjadi persoalan sosial yang mengancam kehidupan masyarakat. Selain merusak kesehatan penggunanya, narkoba dinilai turut memicu meningkatnya tindak kriminal, seperti pencurian, perkelahian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga konflik dalam lingkungan keluarga.
"Kami ingin anak-anak kami tumbuh di lingkungan yang aman. Narkoba sudah merusak banyak keluarga dan masa depan generasi muda," kata Fariati, salah seorang peserta aksi.
Desakan warga menguat setelah polisi mengungkap kasus peredaran sabu di Desa Talabiu beberapa waktu lalu. Dalam perkara tersebut, aparat menangkap dua orang terduga pelaku dengan barang bukti sabu seberat 535 gram.
Meski mengapresiasi pengungkapan tersebut, warga berharap penyidikan tidak berhenti pada penangkapan dua terduga pelaku. Mereka meminta kepolisian mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pihak yang diduga berperan sebagai pemasok atau pengendali peredaran narkotika di Kabupaten Bima.
Hingga kini, kepolisian masih menangani perkara tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh agar peredaran narkotika di Kabupaten Bima dapat diberantas hingga ke akarnya.*Pel-Red

