Incinews.net
Jumat, 17 Juli 2026, 14.19 WIB
Last Updated 2026-07-17T06:19:55Z
Direktur RSUDHeadlineKabupaten Bimalayanan kesehatanRSUD Bima

Sempat Disebut Terkendala Alat, RSUD Bima: Penanganan Pasutri Korban Kecelakaan Tidak Tertunda



INCINews.netRSUD Bima membantah informasi yang menyebut penanganan terhadap pasangan suami istri (pasutri) korban kecelakaan lalu lintas asal Pulau Jawa terhambat karena kekurangan alat medis. Manajemen rumah sakit menegaskan pelayanan telah diberikan sesuai standar sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Sebelumnya, Ratna, keluarga pasien, menyampaikan kepada INCINews.net bahwa Ardi dan Nia, pasutri yang mengalami patah tulang, dengan sang istri dalam kondisi hamil, masih berada di ruang IGD. Ia mengaku mendapat informasi bahwa tindakan medis belum dilakukan karena terkendala alat.


"Katanya sih kekurangan alat, enggak tahu alat apa," kata Ratna, Jumat (17/7/2026).


Ardi dan Nia diketahui menjadi korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Dompu setelah diduga ditabrak sebuah mobil. Keduanya kemudian dirujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan penanganan medis.


Menanggapi informasi tersebut, Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, MPH, segera melakukan penelusuran internal. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap petugas yang menangani pasien secara langsung, rumah sakit menyatakan tidak ditemukan adanya penundaan pelayanan akibat kekurangan alat medis.


Menurut manajemen RSUD Bima, pelayanan medis kepada kedua pasien telah diberikan sejak kedatangan mereka di rumah sakit, dengan mengacu pada indikasi medis, standar operasional prosedur (SOP), dan alur pelayanan yang berlaku.


RSUD Bima juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, dan sesuai standar kepada seluruh masyarakat. Rumah sakit turut mengapresiasi perhatian masyarakat dan insan pers sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.


Dengan adanya klarifikasi tersebut, RSUD Bima memastikan informasi mengenai dugaan keterlambatan penanganan akibat kekurangan alat medis tidak terbukti berdasarkan hasil penelusuran internal. *Pel-Red