INCINews.net. Komitmen Universitas Mbojo Bima dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi kembali diwujudkan melalui pelepasan 288 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan IV, Kamis (2/7/2026). Program ini menjadi bagian dari pengabdian nyata perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.
Prosesi pelepasan yang berlangsung di Aula Universitas Mbojo Bima dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa yang akan menjalankan pengabdian di berbagai wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mbojo Bima, Hairil, S.IP., M.IP., menjelaskan bahwa KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar bersama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.
Sebanyak 288 mahasiswa yang berasal dari dua fakultas dan enam program studi dibagi ke dalam 14 posko. Selama masa pengabdian, mereka akan menjalankan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan.
Tahun ini, Universitas Mbojo Bima mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Integrasi Kearifan Budaya, Ketahanan Pangan, dan Literasi Digital Sosial." Tema tersebut mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.
Menurut Hairil, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menggali potensi lokal, memperkuat ketahanan pangan, melestarikan nilai-nilai budaya, serta meningkatkan literasi digital yang semakin dibutuhkan di era transformasi teknologi.
Melalui KKN Angkatan IV ini, Universitas Mbojo Bima ingin memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Bagi Universitas Mbojo Bima, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bagian dari upaya mencetak lulusan yang adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.* Pel-Red

