MATARAM, INCINews.net – Peresmian Bendungan Meninting menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, keberadaan bendungan tersebut dinilai belum akan memberikan manfaat optimal tanpa percepatan pembangunan jaringan irigasi.
Senator DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, mengatakan bendungan dan jaringan irigasi harus dipandang sebagai satu kesatuan. Menurut dia, pasokan air dari bendungan baru akan berdampak nyata apabila dapat dialirkan hingga ke lahan pertanian.
"Jaringan irigasi menjadi kunci agar ribuan hektare sawah memperoleh pasokan air secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani," kata Mirah.
Ia mendorong pemerintah menyusun penyelesaian jaringan irigasi berdasarkan kesiapan lahan, kebutuhan petani, serta wilayah yang paling membutuhkan kepastian pasokan air. Dengan pendekatan itu, manfaat bendungan dapat dirasakan lebih cepat.
Selain itu, Mirah mengusulkan skema pendanaan bertahap yang melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing. Menurut dia, pembagian pembiayaan yang terkoordinasi akan mempercepat penyelesaian jaringan tanpa harus menunggu seluruh pekerjaan selesai.
Persiapan lahan dan komunikasi dengan masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting. Identifikasi trase, status lahan, serta kebutuhan kompensasi perlu dilakukan sejak awal untuk meminimalkan keterlambatan dan potensi pembengkakan biaya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengelolaan irigasi setelah bendungan beroperasi tidak boleh diabaikan. Pembagian air, pemeliharaan saluran, serta penguatan kelembagaan petani pemakai air harus dipersiapkan agar manfaat bendungan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Mirah berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat. Dengan demikian, Bendungan Meninting tidak hanya menjadi simbol pembangunan infrastruktur, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Nusa Tenggara Barat.*Pel-Red

