Incinews.net. Kota Bima. Sebanyak 1.120 ekor hewan kurban dipotong di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, selama pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang berlangsung pada 27–29 Mei 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 674 ekor sapi, 445 ekor kambing, dan satu ekor domba yang tersebar di lima kecamatan serta Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Asakota.
Data rekapitulasi Dinas Pertanian Kota Bima menunjukkan, Kecamatan Raba menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni mencapai 265 ekor. Jumlah itu terdiri atas 159 ekor sapi dan 106 ekor kambing yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Mpunda dengan total 261 ekor hewan kurban, disusul Kecamatan Asakota sebanyak 216 ekor, Kecamatan Rasanae Barat 188 ekor, dan Kecamatan Rasanae Timur 115 ekor.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima Abdul Najir mengatakan, tingginya jumlah hewan kurban tahun ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban sekaligus menggambarkan kuatnya semangat berbagi di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan lancar. Petugas kami melakukan pemantauan dan pendataan di seluruh kecamatan untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai ketentuan serta hewan yang dipotong dalam kondisi sehat," kata Abdul Najir, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, pengawasan dilakukan sejak sebelum pemotongan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aspek kesehatan hewan dan keamanan pangan tetap terjaga.
Berdasarkan data lapangan, Kelurahan Penaraga di Kecamatan Raba menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak di tingkat kelurahan, yakni mencapai 106 ekor. Sementara itu, Kelurahan Jatiwangi di Kecamatan Asakota mencatat 69 ekor dan Kelurahan Paruga di Kecamatan Rasanae Barat sebanyak 60 ekor.
Selain pemotongan yang dilakukan di lingkungan masjid dan musala, sebanyak 75 ekor sapi juga dipotong melalui fasilitas RPH-R Asakota. Keberadaan rumah potong tersebut dinilai membantu memastikan proses penyembelihan berlangsung lebih tertata dan memenuhi standar kesehatan.
Abdul Najir menilai momentum Iduladha tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tercermin dalam pelaksanaan kurban tahun ini sangat baik. Kami mengapresiasi panitia kurban, pemerintah kelurahan, serta masyarakat yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini," ujarnya.
Dinas Pertanian Kota Bima mencatat, dari total 1.120 ekor hewan kurban yang dipotong, sapi masih mendominasi dengan persentase lebih dari 60 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hewan kurban masyarakat Kota Bima pada Iduladha tahun ini sebagian besar dipenuhi oleh ternak sapi yang berasal dari peternak lokal maupun daerah sekitar.
Dengan sebaran yang relatif merata di seluruh kecamatan, pelaksanaan kurban tahun ini dinilai berlangsung sukses dan menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan ibadah sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di Kota Bima. (Pel-red)

