Incinews.net. Kab. Bima. Perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Bima berlangsung semarak dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima mencatat sebanyak 2.924 ekor hewan kurban dipotong di 18 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bima.
Dari jumlah tersebut, hewan kurban didominasi oleh sapi sebanyak 1.756 ekor, disusul kambing sebanyak 1.147 ekor, dan kerbau sebanyak 21 ekor. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi petugas lapangan yang melakukan pemantauan selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 2026.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, S.T., M.T., mengatakan bahwa secara umum kondisi hewan kurban yang dipotong tahun ini berada dalam keadaan sehat dan layak konsumsi setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas.
"Seluruh petugas telah melakukan pengawasan secara intensif sejak sebelum Iduladha. Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan untuk memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi syarat kesehatan dan aman dikonsumsi oleh masyarakat," ujar Zainal Arifin.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan kurban, pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas di tingkat kecamatan untuk memperketat pengawasan terhadap hewan kurban, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga pemantauan lokasi pemotongan.
Menurut dia, langkah tersebut penting dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular serta memastikan kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat tetap terjaga.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Kecamatan Bolo menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni mencapai 422 ekor, terdiri dari 278 ekor sapi, satu ekor kerbau, dan 143 ekor kambing. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sape dengan 371 ekor dan Kecamatan Lambu sebanyak 284 ekor.
Sementara itu, jumlah pemotongan hewan kurban paling sedikit tercatat di Kecamatan Lambitu dan Tambora, masing-masing sebanyak 47 ekor.
Zainal Arifin menilai tingginya jumlah hewan kurban tahun ini mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban. Selain itu, kondisi populasi ternak di Kabupaten Bima juga dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
Ia mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia kurban, hingga masyarakat yang turut mendukung kelancaran pelaksanaan pemotongan hewan kurban di berbagai wilayah.
"Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar. Tidak ditemukan kasus penyakit hewan yang mengganggu proses penyembelihan. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan semakin baik," katanya.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima berharap pengawasan kesehatan hewan kurban dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang guna menjamin keamanan pangan asal hewan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas daging kurban yang dikonsumsi. (Pel-Red)

