Incinews.net
Kamis, 11 Juni 2026, 23.21 WIB
Last Updated 2026-06-11T15:22:10Z
Anggota DPD RI Wakil NTBHarga LPGHeadlineKabupaten DompuKecamatan PekatNTB

Harga LPG 3 Kg di Pekat Tembus Rp50 Ribu, Mirah Desak Audit Distribusi



Incinews.Net|Dompu. Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang disertai lonjakan harga di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendapat sorotan serius dari Mirah Midadan Fahmid anggota DPD RI. Harga gas bersubsidi tersebut dilaporkan mencapai Rp50.000 per tabung atau jauh melampaui harga yang seharusnya diterima masyarakat.


Mirah menilai kondisi tersebut sangat memberatkan warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama program subsidi energi dari pemerintah.


"Kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kilogram hingga mencapai Rp50.000 per tabung tentu membebani masyarakat. Kondisi ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait," kata Mirah, Kamis (11/6/2026).


Ia menduga persoalan tersebut tidak hanya dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat, tetapi juga kemungkinan adanya penyimpangan dalam rantai distribusi. Karena itu, Mirah mendesak pemerintah daerah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proses penyaluran LPG subsidi, mulai dari agen, pangkalan hingga tingkat pengecer.


Menurut dia, pengawasan distribusi harus diperketat guna memastikan LPG bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.


"Saya mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jalur distribusi LPG 3 kilogram. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan distribusi subsidi," ujarnya.


Mirah juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan dengan melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam penyaluran LPG bersubsidi di wilayah masing-masing.


Keterlibatan masyarakat, kata dia, menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan subsidi berjalan sesuai tujuan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


"Subsidi energi harus tepat sasaran agar benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil. Amanat kebijakan pemerintah hanya dapat berjalan dengan baik apabila disertai pengawasan yang ketat dari seluruh pihak," tuturnya.


Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram di Kecamatan Pekat, sehingga masyarakat tidak terus-menerus dibebani oleh tingginya harga kebutuhan energi rumah tangga. *Pel-Red