Incinews.net
Selasa, 07 April 2026, 20.37 WIB
Last Updated 2026-04-07T12:37:06Z
DikporaPemerhatiPemerintahPerguruan TinggiPGRI

Ndai Ruma Rengge Sape: Jangan Serahkan PGRI ke Pemimpin Lemah, Dr. Juwaidin Dinilai Figur Perubahan



Incinews.net – Pernyataan keras dilontarkan pemerhati daerah, Ndai Ruma Rengge Sape, terkait arah kepemimpinan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima.


Ia menegaskan, organisasi guru tersebut tidak boleh kembali dipimpin oleh sosok yang dinilai lemah, ragu-ragu, serta minim keberanian dalam memperjuangkan kepentingan guru.


Menurutnya, kondisi PGRI saat ini dinilai sedang tidak ideal. Ia menyoroti arah perjuangan organisasi yang dianggap belum jelas, serta keberpihakan terhadap guru yang dinilai semakin melemah.


“Cukup sudah PGRI berjalan tanpa arah. Jangan lagi dipimpin oleh mereka yang diam saat guru tertekan,” tegasnya.


Dalam pernyataannya, Ndai Ruma Rengge Sape secara terbuka menyebut Dr. Juwaidin M.Pd., sebagai figur yang dinilai memiliki ketegasan dan keberanian untuk membawa perubahan di tubuh PGRI Kabupaten Bima.


Ia menilai, sosok Dr. Juwaidin, M.Pd., tidak hanya hadir sebagai kandidat, tetapi sebagai representasi harapan bagi para guru yang menginginkan perubahan nyata.


“Ini bukan soal kedekatan, tapi soal keberanian untuk berdiri di garis depan. Saya melihat itu ada pada Dr. Juwaidin, M.Pd., tegas, jujur, dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan sempit,” ujarnya.


Ia juga menyindir pihak-pihak yang selama ini dinilai hanya mempertahankan posisi tanpa kontribusi nyata terhadap perjuangan guru.


“Jangan pilih pemimpin yang datang saat butuh suara, lalu hilang saat guru butuh pembelaan. PGRI adalah wadah perjuangan, bukan tempat mencari kenyamanan,” katanya.


Lebih lanjut, ia menilai momentum pemilihan Ketua PGRI mendatang menjadi penentu arah organisasi ke depan, apakah mampu bangkit atau justru semakin kehilangan peran strategisnya.


“Kalau salah memilih, jangan heran jika PGRI makin tidak diperhitungkan. Tapi jika berani mengambil sikap, perubahan itu sangat mungkin terjadi,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen untuk menentukan pilihan secara tegas tanpa kompromi.

“Tidak ada ruang untuk setengah hati. Jika ingin PGRI bangkit, maka harus memilih pemimpin yang berani,” pungkasnya. (Pel.Red)