Incinews.net
Jumat, 02 Oktober 2020, 19.34 WIB
Last Updated 2020-10-02T11:35:21Z
Lombok BaratNTB

Mengawinkan Zero Waste dan Desa Wisata, Kenapa Tidak?

Foto: Dinas LHK bekerjasama dengan PLN, PLTUD Jeranjang, Pemerintah Desa, komunitas, dan masyarakat setempat kompak melakukan aksi bersih-bersih di berbagai titik sampah setiap Jum'at pagi. (ist/O'im)

Senggigi, incinews.net: Mengawinkan Program unggulan Zero Waste dan Desa Wisata untuk mewujudkan misi NTB asri dan lestari tengah diikhtiarkan Pemprov NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB. Dengan program rutin 'Bike to Waste', Dinas LHK bekerjasama dengan PLN, PLTUD Jeranjang, Pemerintah Desa, komunitas, dan masyarakat setempat kompak melakukan aksi bersih-bersih di berbagai titik sampah setiap Jum'at pagi. Seperti yang telah dilakukan hari ini, Jumat (2/10/2020), di Dusun Loco, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. 

"Ini merupakan sinergitas antara program unggulan Zero Waste dan Desa Wisata. Untuk membangun embrio desa bersih di wilayahnya masing-masing," jelas Firmansyah, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB. 

Kegiatan di Dusun Loco ini, dituturkan Firmansyah, merupakan inisiatif dari masyarakat, kepala dusun bersama warga yang datang langsung ke kantor Dinas LHK menyampaikan kondisi sampah di tempatnya. Berdasarkan laporan tersebut, Dinas LHK bersama rombongan sembari bersepeda 'Bike to Waste' datang, menyelesaikan masalah tetsebut. 

Lebih jauh Firmansyah menjelaskan, di Dusun Loco juga sudah sediakan tempat sampah khusus untuk sampah organik dan sampah anorganik yang ada di pintu masuk dusun. Untuk sampah plastik akan dijemput langsung oleh Dinas LHK sedangkan untuk sampah organik, masyarakat kedepannya akan diberikan pelatihan untuk mengolahnya menjadi kompos ataupun pelet memanfaatkan lalat tentara hitam. Kompos tersebut nantinya akan diarahkan ke hotel-hotel atau bisa digunakan langsung oleh masyarakat. 

Pada kesempatan tersebut, Mandang Safruddin selaku salah seorang staff enginering PLTUD Jeranjang juga menjelaskan. Sampah dapat menjadi pellet dan sebagai bahan bakar alternatif, dimana sebanyak 3% bahan bakar pellet dan bisa dicampur dengan batubara.

Pellet tidak hanya diboiler, lanjut Mandang Safrudin, tetapi masyarakat juga bisa menjadikannya sebagai bahan bakar kompor jika nanti sudah diberikan pelatihan cara mengolahnya. PLTUDJeranjang sendiri telah bekerjama dengan Dinas LHK, dimana TPA Kebun Kongok menyediakan sampah organik dan akan olah menjadi pellet. 

"Harapan kedepan semoga ikhtiar ini sesuai dengan program pemerintah yakni zero waste sehingga pemerintah dan PLN dapat terus berkesinambungan," harapnya. 

Kadus Dusun Loco, M. Munawar, di akhir kegiatan memgaku sangat senang dengan kehadiran Dinas LHK dalam program bike to waste ini. Ia merasa sangat terbantu untuk bisa sama-sama membersihkan lingkungan. 

"Warga dari tadi pagi sangat antusias untuk berpartisipasi sampai warga yang tinggal di pinggir hutan ikut turun membersihkan sampah," jelas Kadus. 

Kadus juga menuturkan, sampah-sampah yang kebanyakan ada di Dusun Loco merupakan buanagan dan terbawa angin. Dusun Loco sendiri telah rutin melakukan aksi bersih-bersih tapi sampah seringkali datang lagi dan lagi. 

"Sehingga dengan adanya program Bike to Waste ini, Kadus Munawir berharap dapat dijadikan contoh oleh instansi-instansi yang lain dalam membantu masyarakat untuk menggalakkan kebersihan di desanya masing-masing," tutupnya. (red)