Pandemi Covid-19, "Pilih Aman atau Produktif," Wagub: Kami di NTB tidak Memilih Salah Satu

Iklan 970x250px

Pandemi Covid-19, "Pilih Aman atau Produktif," Wagub: Kami di NTB tidak Memilih Salah Satu

Thursday, June 25, 2020
Foto: Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalillah. (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: Wabah Pandemi Covid-19 ini mengubah beberapa tatanan kehidupan dunia, khususnya di bidang kebersihan dan kesehatan, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan bahwa pandemi ini menjadi salah satu instrumen pembelajaran masyarakat tentang pentingnya kehidupan.

"Pandemi ini mengajarkan untuk benar-benar bisa menghargai dan menempatkan kesehatan pada prioritas pertama dalam hidup kita, mungkin selama ini kita abai terhadap kesehatan," ungkap Wagub saat melaksanakan rapat vicon bersama pengurus ASITA, Rabu, (24/6/ 2020).

Ia juga mengatakan, dengan adanya pandemi ini, mayoritas masyarakat  sudah mulai sadar bahwa dengan kesehatanlah kita bisa bekerja, beribadah, serta mengisi hidup dengan lebih produktif.

Ia mengungkapkan bahwa pandemi ini juga memaksa dunia dan daerah pada khususnya untuk memulai hidup dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Kehidupan baru yang biasa kita dengar dengan istilah kenormalan baru atau new normal.

Di tengah paksaan pandemi untuk memilih dua hal, lanjutnya, yaitu antara mencari aman dan selamat dengan tetap berdiam diri atau tetap melaksanakan kegiatan rutinitas tanpa memperhatikan Pandemi ini, Wagub mengatakan NTB mengambil jalan tengah.

"Pandemi ini pilihannya ada dua, apakah mau pilih aman atau produktif, kami di NTB tidak memilih salah satu, kami memilih aman dan produktif," tegasnya.

Untuk bisa aman dan produktif sebelum ditemukannya obat dari Covid-19 tersebut, Wagub yang biasa disapa Umi Rohmi ini menyampaikan bahwa kita harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Beda dengan penyakit-penyakit lain, kuncinya memang hanya satu yaitu kedisiplinan (protokol kesehatan)," tutur Umi Rohmi.

Walaupun demikian, ungkap Umi Rohmi, masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya protokol Kesehatan padahal untuk menerapkan protokol kesehatan ini tidak memakan banyak biaya. Hal ini menjadi salah satu tugas besar dalam mengedukasi masyarakat.

"Yang dibutuhkan hanya pakai masker, jaga jarak tidak butuh biaya, apa lagi cuci tangan yang biasa kita lakukan sehari-hari, kenapa sulit? Karena berhubungan dengan mindset, kita tidak bisa melakukan dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan," ungkapnya.

Seiring berjalannya sosialisasi dan penegakan protokol kesehatan, ia menuturkan bahwa NTB sudah mulai membangkitkan kembali perekonomian di NTB dengan terus-menerus mencari jalan bersama dengan Forkopimda dan ahli-ahli ekonomi di NTB.

Khusus di bidang pariwisata, tentunya dengan cara yang berbeda. Beberapa objek wisata dibenahi terlebih dahulu sebelum dibuka kembali. Pembenahan tersebut dilakukan agar objek wisata tidak menjadi sumber penularan Covid-19 ini.

"Untuk obyek wisata, kita harus benar-benar memilih, jangan sampai kita gegabah membuka obyek wisata, jangan sampai ada klaster obyek wisata," jelas Umi Rohmi.

Salah satu contoh adalah tiga gili yang telah dipersiapkan sebelum dibuka kembali seperti memperketat pintu masuk, melibatkan semua unsur. Dari petugas keamanan hingga petugas kesehatan, untuk memastikan keamanan dan kesehatan wisatawan.

Ia berharap masyarakat dapat dengan cepat memahami pentingnya protokol kesehatan agar seluruh aktivitas dapat kembali berjalan dengan lancar.

Kepala Dinas Pariwisata, H. Lalu Mohammad Faozal yang juga ikut serta dalam rapat tersebut menyampaikan kesiapan beberapa titik destinasi wisata yang dibuka secara bertahap dengan beberapa penyesuaian di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Ada empat destinasi yang siap dibuka, tadi ibu Wagub menyampaikan sangat berhati-hati membuka objek wisata, yang utama adalah penerapan protokol kesehatan. Artinya, pembukaan destinasi bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan," kata Faozal.

Empat destinasi yang secara bertahap dibuka tersebut yakni Tiga gili, Rinjani, Mandalika, dan Senggigi. Keempat destinasi tersebut memiliki penyesuaian-penyesuaian untuk menghindari penyebaran Covid-19 di destinasi tersebut. Penyesuaian yang dilakukan antara lain tidak dibukanya kolam renang, tidak diizinkannya pesta dan hal lainnya yang menimbulkan keramaian.

Untuk sasaran wisatawan, Faozal mengatakan bahwa saat ini NTB fokus untuk wisatawan domestik mengingat banyak negara luar yang belum membuka penerbangannya. "Kita tidak bicara mancanegara untuk saat ini, oleh karena itu, untuk saat ini domestik adalah pasar yang akan kami coba," ucap Faozal.

Faozal mengukapkan bahwa dua jalur masuk dari luar NTB yakni bandara BIZAM dan Pelabuhan Lembar disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, kendaraan angkutan yang beroperasi juga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan dari pemerintah.

Untuk destinasi pertama yang dibuka yaitu tiga gili, Faozal mengatakan bahwa hanya ada satu pintu masuk menuju tiga gili tersebut. Tentunya pintu masuk tersebut dijaga dengan ketat oleh petugas gabungan yang akan memastikan wisatawan yang akan ke tiga gili dalam keadaan bebas dari Covid-19.

"Kita hanya izinkan satu pintu masuk yaitu bangsal, untuk keluar masuknya orang atau barang, disitu kita siapkan tim, untuk mengecek wisatawan. Kita punya satu pos yang terdiri dari petugas KKP, imigrasi, kesehatan dan lainnya," terang Faozal.

Ia menambahkan juga di masing-masing gili, baik itu gili meno, gili terawangan, dan gili air sudah disiapkan klinik untuk wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan.

Di akhir penyampaiannya, Faozal berharap wisatawan domestik dapat memenuhi obyek wisata di NTB agar provinsi yang dikenal indah ini dapat kembali normal. (red)