INCI News — Tiga guru SMAN 1 Kota Bima mengikuti Pelatihan STEM bagi Pendidik Jenjang SMA/SMK Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Wisma Disiplin BGTK NTB, Mataram, pada 27–30 September 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Ketiga guru yang mewakili SMAN 1 Kota Bima yakni Saifullah, S.Pd., MM., Sukrawati, S.Sos., dan Widya Kurnia Sari, S.Pd.
Pelatihan yang diikuti pendidik SMA/SMK dari berbagai daerah di NTB itu diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan pendidikan.
Melalui pendekatan STEM, peserta didik didorong tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pemecahan masalah.
Salah satu peserta, Saifullah, mengatakan pelatihan tersebut memberikan tambahan wawasan dan keterampilan bagi guru dalam menerapkan pendekatan STEM di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memahami dan menerapkan pendekatan STEM pada proses pembelajaran. Kegiatan ini juga sangat bermanfaat karena memberikan tambahan wawasan, pengalaman, serta keterampilan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual,” ujarnya.
Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mampu mendorong kemampuan berpikir kritis serta kreatif peserta didik.
Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat dibagikan kepada guru lainnya di SMAN 1 Kota Bima.
“Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata di sekolah serta memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil pembelajaran. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru,” katanya.
Partisipasi tiga guru tersebut diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pelatihan, tetapi berlanjut pada penerapan pengetahuan dan pengembangan praktik pembelajaran di sekolah.
Upaya peningkatan kompetensi pendidik menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Pel-Red)

