Incinews.net
Sabtu, 12 September 2026, 13.13 WIB
Last Updated 2026-09-12T05:13:33Z
HeadineHukum dan KriminalKabupaten BimaPolres BimaPraktisi Hukum

Orok Bayi Laki-laki Ditemukan di Desa Runggu, Praktisi Hukum Desak Polisi Segera Ungkap



INCINews.net - Penemuan orok bayi Laki-laki di Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat perhatian serius dari praktisi hukum. Aparat penegak hukum (APH) didesak bergerak cepat untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.


Praktisi Hukum Ahmad, SH, menilai kasus tersebut harus segera ditangani secara serius karena menyangkut persoalan kemanusiaan dan dugaan tindak pidana.


“Harus cepat diungkap, ini menyangkut nyawa manusia,” kata Ahmad kepada Jurnal Sumbawa, Sabtu (12/9/2026).


Menurut Ahmad, tindakan membuang bayi merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Karena itu, aparat kepolisian perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui kronologi serta pihak yang diduga bertanggung jawab.


Ia juga meminta penyidik tidak hanya menelusuri orang yang diduga membuang bayi, tetapi turut mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang membantu apabila nantinya ditemukan bukti keterlibatan.


“Termasuk pihak-pihak yang diduga membantu dalam pembuangan bayi tersebut apabila nantinya ditemukan bukti keterlibatan,” ujarnya.


Orok Bayi Ditemukan di Got


Sebelumnya, warga Desa Runggu, Kecamatan Belo, digegerkan dengan penemuan orok bayi laki-laki pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 Wita. Orok bayi tersebut ditemukan di wilayah RT 07, RW 03, Dusun Oi Loa, Desa Runggu.


Penemuan bermula ketika seorang warga sedang membersihkan halaman rumah. Saat menyapu bagian depan gang, warga melihat benda mencurigakan di sebuah got kecil yang menjadi saluran pembuangan air rumah tangga. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata merupakan orok bayi yang dibungkus menggunakan plastik.


“Ditemukan oleh ibu-ibu saat menyapu halaman rumah di depan gang,” kata Fathurrahman, salah seorang warga Desa Runggu.


Petugas kepolisian bersama pihak Puskesmas Belo kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal. Dari pemeriksaan tersebut, orok bayi diketahui berjenis kelamin laki-laki.


“Saat dilihat oleh petugas dari kepolisian dan Puskesmas Belo, orok bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki,” ujarnya.


Orok bayi tersebut selanjutnya dibawa oleh pihak kepolisian untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan. (Pel-Red)