Langkah itu dilakukan menyusul munculnya api di bagian atas gedung DPRD Kabupaten Bima . Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan bahan bakar.
Seorang petugas Satpol PP yang ditemui media ini mengatakan, kejadian upaya pembakaran berlangsung pada waktu antara Magrib dan Isya, Senin, 11/8 lalu.
“Kejadiannya sekitar pukul 18.00 Wita, antara Magrib dan Isya, ,” kata petugas saat dimintai keterangan.
Sekretaris DPRD Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos., membenarkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.
“Sudah kami laporkan. Seperti apa motifnya, kita tunggu hasil dari kepolisian,” ujar Nurdin.
Nurdin mengatakan, pihak Setwan tidak ingin berspekulasi mengenai motif maupun pihak yang diduga berada di balik kejadian tersebut. Penanganan dan penyelidikan diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Setwan DPRD Kabupaten Bima mengambil langkah pengamanan dengan mengaktifkan kembali tiga CCTV yang terpasang di lingkungan gedung DPRD.
Menurut Nurdin, sistem CCTV sebelumnya mengalami gangguan ketika dugaan insiden tersebut terjadi. Kondisi itu menyebabkan aktivitas di sekitar gedung tidak dapat terekam secara optimal.
“Menyusul kejadian tersebut, kini sudah kami aktifkan tiga CCTV,” katanya.
Pengaktifan CCTV tersebut diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap lingkungan gedung DPRD sekaligus membantu apabila terjadi peristiwa serupa.
Sementara itu, terkait dugaan upaya pembakaran, pihak Setwan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Polisi nantinya diharapkan dapat mengungkap kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Hingga Kamis malam, perkembangan penanganan kasus tersebut masih menunggu proses penyelidikan Polres Bima Kota. (Pel-Red)
Seorang petugas Satpol PP yang ditemui media ini mengatakan, kejadian upaya pembakaran berlangsung pada waktu antara Magrib dan Isya, Senin, 11/8 lalu.
“Kejadiannya sekitar pukul 18.00 Wita, antara Magrib dan Isya, ,” kata petugas saat dimintai keterangan.
Sekretaris DPRD Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos., membenarkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.
“Sudah kami laporkan. Seperti apa motifnya, kita tunggu hasil dari kepolisian,” ujar Nurdin.
Nurdin mengatakan, pihak Setwan tidak ingin berspekulasi mengenai motif maupun pihak yang diduga berada di balik kejadian tersebut. Penanganan dan penyelidikan diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Setwan DPRD Kabupaten Bima mengambil langkah pengamanan dengan mengaktifkan kembali tiga CCTV yang terpasang di lingkungan gedung DPRD.
Menurut Nurdin, sistem CCTV sebelumnya mengalami gangguan ketika dugaan insiden tersebut terjadi. Kondisi itu menyebabkan aktivitas di sekitar gedung tidak dapat terekam secara optimal.
“Menyusul kejadian tersebut, kini sudah kami aktifkan tiga CCTV,” katanya.
Pengaktifan CCTV tersebut diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap lingkungan gedung DPRD sekaligus membantu apabila terjadi peristiwa serupa.
Sementara itu, terkait dugaan upaya pembakaran, pihak Setwan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Polisi nantinya diharapkan dapat mengungkap kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Hingga Kamis malam, perkembangan penanganan kasus tersebut masih menunggu proses penyelidikan Polres Bima Kota. (Pel-Red)

