Incinews.net
Rabu, 26 Agustus 2026, 14.36 WIB
Last Updated 2026-08-26T06:36:48Z
HedlineKabupaten BimaKecamatan SapePelabuhan Sapepemberhentian PPPK

PPPK Paruh Waktu Diduga Diberhentikan, Massa Mengamuk di Kantor UPP Sape

 



INCINews.net — Dugaan pemberhentian sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu memicu amukan ratusan massa di depan Kantor UPP Kelas III Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (26/8/2026).


Massa yang tergabung dalam Aliansi Keluarga Sape Menggugat itu datang untuk mempertanyakan dasar dan proses pemberhentian yang mereka nilai dilakukan secara sepihak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Aksi dipimpin Koordinator Lapangan Adhar dan Anggy. Dalam orasinya, massa mendesak Plt Kepala UPP Kelas III Sape, Arman, S.H., memberikan penjelasan terkait status para PPPK Paruh Waktu yang disebut telah diberhentikan.


Kekecewaan massa memuncak karena pihak yang hendak ditemui tidak berada di lokasi. Massa kemudian melakukan aksi pembakaran ban di depan kantor. Asap hitam membubung di tengah kerumunan demonstran.


Situasi tersebut mendapat pengamanan dari aparat Polsek Sape dengan dukungan personel Polres Bima Kota. Petugas berada di lokasi untuk mencegah aksi berkembang menjadi gangguan keamanan.


Bagi massa, pemberhentian tersebut bukan hanya menyangkut status pekerjaan, tetapi juga berdampak langsung terhadap penghasilan dan keberlangsungan hidup keluarga para PPPK Paruh Waktu.


Mereka mendesak pihak UPP dan pemerintah segera membuka ruang dialog serta menjelaskan secara terbuka dasar kebijakan pemberhentian tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, INCINews.net belum memperoleh keterangan resmi dari pihak UPP Kelas III Pelabuhan Sape, termasuk Plt Kepala UPP Kelas III Sape Arman, S.H., terkait dugaan pemberhentian maupun tuntutan massa. (Pel-Red)