Incinews.net
Minggu, 05 Juli 2026, 10.19 WIB
Last Updated 2026-07-05T02:28:25Z
ASNHeadlineHukum dan HAMKota BimaSosialWalikota Bima

Tepis Isu Nepotisme, Wali Kota Bima: Jabatan ASN Harus Berdasarkan Kompetensi, Bukan Hubungan Keluarga

Gambar: Walikota Bima (H. A. Rahman H. Abidin) dengan Istri ( Hj. Badrah Ekawati, SE., Str.Keb.), Sumber: Fb Arahman Abdin.


INCINews.net. Ramainya perbincangan di media sosial terkait dugaan adanya anggota keluarga H. A. Rahman, H. Abidin Wali Kota Bima yang memperoleh jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bima mendorong Wali Kota memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan melalui unggahan pada sabtu, 4/4/2026 lewat Facebook pribadi miliknya.


Dalam pernyataannya, H. A. Rahman selaku Wali Kota mengaku menerima pesan dari seorang rekannya yang menanyakan kebenaran isu tersebut. Menurutnya, polemik yang terus bergulir perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan.


"Saya merasa perlu menjelaskan agar persoalan ini tidak menjadi fitnah di tengah masyarakat," ujarnya.


Wali Kota menegaskan, sejak dilantik pada Februari 2025 dirinya telah mengucapkan sumpah untuk menjalankan pemerintahan sesuai peraturan perundang-undangan dan menjaga amanah rakyat. Meski demikian, ia menyadari bahwa dirinya juga merupakan bagian dari sebuah keluarga besar.


Ia menceritakan berasal dari keluarga dengan 21 bersaudara dari tiga ibu. Namun, menurutnya, hubungan kekeluargaan tidak boleh menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pemerintahan.


"Bagi saya, keadilan harus berada di atas kedekatan. Di meja kerja tidak ada istilah keluarga atau bukan keluarga. Yang ada hanyalah siapa yang memenuhi syarat dan siapa yang bekerja dengan baik," katanya.


Terkait isu yang menyebut adanya ipar yang menduduki jabatan strategis, Wali Kota membantah informasi tersebut. Ia menjelaskan, dari 10 saudari perempuannya, hanya tiga yang menikah dengan ASN dan seluruhnya telah memasuki masa pensiun. Sementara tujuh lainnya menikah dengan non-ASN.


"Itu berarti tidak ada ipar saya yang saat ini menjadi pejabat ASN di Pemerintah Kota Bima," tegasnya.


Sorotan juga mengarah kepada istrinya, Badrah Ekawati, SE., Str.Keb, yang berstatus aparatur sipil negara.


Menurut Wali Kota, karier sang istri dibangun jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik. Badrah diangkat sebagai PNS pada 1993 dan telah mengabdi selama 33 tahun di bidang kesehatan.


Selama masa pengabdiannya, Badrah menempuh berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SPK, Diploma I, Diploma III, Diploma IV Kebidanan, Profesi Bidan hingga Sarjana Ekonomi. Kariernya pun dimulai dari staf, kemudian menjadi Kepala Seksi Promosi Kesehatan pada 2013, Kepala Bidang Promosi Kesehatan pada 2016, dan memperoleh pangkat Golongan IV/a sejak 2017.


Menurut Wali Kota, seluruh perjalanan karier tersebut ditempuh melalui mekanisme yang berlaku, termasuk uji kompetensi dan penilaian kinerja.


"Apakah 33 tahun pengabdian, pendidikan yang ditempuh, dan karier yang dirintis dari bawah harus dianggap tidak bernilai hanya karena hari ini dia adalah istri seorang wali kota? Menurut saya tentu tidak," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap ASN seharusnya didasarkan pada kompetensi, integritas, disiplin, serta capaian kinerja, bukan hubungan keluarga.


Wali Kota juga memastikan seluruh proses pengisian jabatan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku melalui sistem merit, pembahasan di Baperjakat, serta memperoleh Persetujuan Teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).


Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga objektivitas dalam menilai kinerja aparatur pemerintahan.


"Saya ingin Pemerintah Kota Bima menjadi birokrasi yang profesional, objektif, dan memberi ruang bagi putra-putri terbaik daerah tanpa melihat latar belakang keluarganya. Jangan tanya dia anak siapa atau istri siapa, tetapi apa yang bisa dia berikan untuk Kota Bima," katanya.


Ia menambahkan, falsafah Maja Labo Dahu menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan, yakni malu berbuat salah dan takut melanggar aturan. Nilai tersebut, kata dia, juga diterapkan kepada keluarganya sebagai teladan dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.*Pel-Red