InciNews.Net|Jakarta. Aliansi mahasiswa yang dipimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memastikan aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, bukan menjadi yang terakhir. Setelah gagal mencapai Bundaran HI karena dihadang aparat TNI dan Polri, massa aksi membubarkan diri secara tertib dari depan Gedung Thamrin Nine Ballroom.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menegaskan demonstrasi hari itu merupakan langkah awal untuk mengawal berbagai tuntutan yang dinilai menyangkut kepentingan masyarakat luas. Ia menyebut aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar tengah dipersiapkan.
Aliansi mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ranah sipil, serta meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Mereka menyoroti kenaikan harga bahan pokok, khususnya beras, serta terbatasnya lapangan pekerjaan.
Kehadiran personel TNI dalam pengamanan aksi juga menjadi sorotan. Aliansi menilai pelibatan militer dalam pengamanan demonstrasi sipil perlu dievaluasi karena dianggap tidak sejalan dengan fungsi utama TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
Aksi tersebut diikuti sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya BEM UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, BEM Gunadarma, FMN, Pembebasan, dan Semar UI. *Pel-Red

