Konflik Minahasa, Polisi Melakukan Pengamanan Sejumlah Gereja di Bima -->

Iklan 970x250px

Konflik Minahasa, Polisi Melakukan Pengamanan Sejumlah Gereja di Bima

Minggu, 02 Februari 2020
Foto: Jajaran Polres Bima Saat Melakukan Pengaman Sejumlah Gereja, baik gereja Katolik maupun gereja protestan yang ada di wilkum Polsek Donggo (ist/O'im)

Bima, Incinews.net, Dalam rangka untuk memberikan rasa aman terhadap Jamaat umat nasrani, personel Polsek Donggo yang di pimpin oleh Kapolsek AKP Sukarmin minggu (2/2/2020) pkul 08.00 wita baik gereja Katolik maupun gereja protestan yang ada di wilkum polsek Donggo, telah melakukan pengamanan guna menjaga situasi keamanan pasca terjadinya pengrusakan Balai Pertemuan Umat Islam A-Hidayah pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2020 sekitar jam 17.00 Wita di Perum Agape Desa Tumaluntung Jaga XV Kecamatamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo  S. I.K melalui  Kasubbag Humas AKP Hanafi menjelaskan  pengamanan kegiatan keagamaan yang di laksanakan oleh Polres Bima kepada umat yang beragama nasrani tersebut  guna memberikan rasa aman dan nyaman dalam melakukan ibadah serta agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan di laksanakan. "Tanpa ada rasa takut dan rasa kekhawatiran,"katanya.

Kapolres Bima kembali katakan, bahwa, kejadian yang terjadi di daerah Minahasa Sulawesi Utara tanggal 29 Januari 2020 bukan pengrusakan masjid dan mushola seperti yang beredar di medsos melainkan  tempat atau Balai Pertemuan Umat Islam A-Hidayah, dan masalah tersebut telah di tangani  oleh aparat baik Polri, TNi maupun pemerintah sehingga situasi di Minahasa sudah aman dan kondusif.

"Kami menghimbau dan mengajak kepada warga Bima, mari kita ciptakan daerah  Bima yang aman dengan ciptakan  Kamtibmas yang kondusif. Menjaga kerukunan antar umat beragama, saling toleransi, hormat menghormati sesama pemeluk agama dan  jangan mudah terhasut dengan informasi yang belum tentu kebenarannya ( hoaks) terutama  melalui medsos. Dan percayakan kepada pihak Kepolisian, TNI dan pemerintah  apabila ada suatu permasalahan yang terjadi dan jangan main hakim sendiri,"imbaunya.

Adapun gereja atau tempat ibadah umat Nasrani yang melaksanakan ibadat di lakukan pengamanan adalah Gereja Katolik Santo Paulus Dusun Mbawa Desa Mbawa dgn jumlah Umat sekitar 200 org, giat ibadah di pimpin olh Suster yohana, SS.PS , Gereja Katolik Santo Petrus Dusun Nggeru Kopa Desa Palama dengan jumlah umat sekitar 30 orang, giat ibadah di pimpin oleh Kaltekis gereja Andreas Passa, Gereja Katolik Santo Yohanes Maria Vianey Dusun Tolonggeru Desa Mbawa dengan jumlah umat sekitar 150 orang, giat ibadah di pimpin oleh Romo Agustinus Wayan, Pr. Gereja protestan Kemah Injil di Dusun Sangari Desa Mbawa dengan jumlah umat  sekitar 40 orang, giat ibadah di pimpin oleh Pdt Yohanes Jafar , Gereja Protestan Kemah Injil Dsun Tolonggeru Desa Mbawa dengan jumlah umat  20 orang, giat ibadah di pimpin olh Ibu Veonicha. Dan Gereja Protestan Gemit Imanuel Dusun Nggerukopa Desa Palama dgn jumlah umat sekitar 50 org, giat ibadah di pimpin olh Pdt Sam Latunussa. (Inc)