Incinews.net
Selasa, 29 September 2020, 17.41 WIB
Last Updated 2020-09-29T09:45:13Z
MataramNTBOKP

NTB Sudah Aman dan Damai, PMII Bali Nusra Tegaskan Jangan Provokasi Masyarakat dengan Isu PKI

Foto: Aziz Muslim, Ketua PKC PMII Bali-Nusra Saat menyampaikan Kata sambutan. (O'im)

Mataram, incinews.net: Menjelang peringatan Hari Pancasila yang jatuh pada 01 Oktober 2020, PKC PMII Bali-Nusra Gelar Diskusi Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Dengan tema "Menakar Paham Komunis Di Era Revormasi", betempat di Nice Coffee Mataram. Selasa, (29/09/2020).

Hadir dalam acara tersebut sekaligus sebagai pembicara, Saifudin Zuhri (Anggota DPRD NTB), Satria Wibawa (Kepala Sub Bidang Penanggulangan Konflik-Kesbangpoldagri NTB), Suaeb Qury (Ketua LTN PW NU NTB).

Melihat situasi bangsa hari ini, Aziz Muslim, Ketua PKC PMII Bali-Nusra, megatakan bahwa ada beberapa kelompok yang menganggap bangsa ini sedang sakit, lalu menggoreng isu komunis di era revormasi untuk memprovokasi masyarakat dan pemerintah di NTB yang sudah aman dan damai.

"Saya tidak berbicara sebagai orang yang pro terhadap pemerintah, bukan juga bicara oposisi, tetapi saya melihat pada kondisi realitas, bahwa indonesia dalam keadaan baik baik saja", Ungkapnya.

"Di era revormasi saat ini kita sudah bicara masalah demokrasi, dimana negara sedang fokus tentang kemajuan di bidang ekonomi, pariwisata, SDM dan lain-lain. Jadi sebagai pemuda dan mahadisiswa mari kita kolaborasi untuk membantu pemerintah menuntaskan masalah yang sedang kita alami di tengah pandemi", Pungkasnya.

Berbicara tentang paham komunis saat ini, Saifudin Zuhri, Anggota DPRD NTB, memaparkan, secara ideologi paham komunisme sudah terkubur bersama partainya oleh paham kapitalisme.

"Yang menjadi permasalahan bangsa indonesia saat ini adalah paradigma kapitalisme yang perlahan mulai menghapus nilai-nilai kearifan lokal dan komitmen kebangsaan", Ungkapnya.

"PMII diharapkan mampu membangun persatuan dan kesatuan untuk mempertahankan komitmen bangsa dengan berlandaskan nilai-nilai pancasila", Pungkasnya.

Menyinggung tentang kapitalisme dengan melihat realita kemajuan teknologi yang mengandung indikasi gen komunisme dan penyebarannya sangat masif, Suaeb Qury, Ketua LTN PW NU NTB, menekankan agar Mahasiswa dan OKP terus lakukakan gerakan untuk memperkuat ideologi kebangsaan.

"Yang harus kita lakukan saat ini tentu memperkuat basis gerakan ideologi pancasila sebagai penjaga moral bangsa", Ungkapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa hal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok anti pemerintah saat ini dengan membenturkan pola kerjasama internasional pemerintah indonesia yang lebih dominan ke cina, hal itu tentu menjadi gorengan yang sangat panas jika dikorelasikan dengan paham komunisme bagi kelompok oposisi.

Pemerintah mulai tranformasi digital, agar dapat dikuasai oleh kaum muda untuk terus berinofasi di bidang teknologi.

"Pemuda jangan hanya sebagai konsumen dalam hal teknologi, harus mampu menjadi produsen juga, dan terus berinovasi demi kemajuan bangsa indonesia",

Dalam kesempatan yang sama, Satria Wibawa, Kepala Sub Bidang Penanggulangan Konflik Kesbangpoldagri NTB, mengungkapkan, paham komunis saat ini masih gentayangan, karena dendam dari para keturunan PKI.

"yang harus diwaspadai untuk mencegah paham komunis kembali bangkit di era revormasi yang bersamaan dengan globalisasi sekarang ini adalah sistem keterbukaan di semua bidang, krisis multidemensi, krisis moral pancasila san politik transaksional, dari sana bisa saja komunisme menyurup untuk memulai eksistensinya lagi", Ungkapnya. (red)