Incinews.net|Kab.Bima. Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuai keluhan dari masyarakat penerima manfaat. Keluhan tersebut terkait distribusi makanan yang tidak disertai air minum oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SPPG yang beroperasi di wilayah Desa Parado Rato, Desa Kuta, dan Desa Kanca disebut tidak sepenuhnya menjalankan mekanisme penyaluran sesuai pedoman dan Standar Operasional Prosedur (SOP) program MBG.
Salah seorang warga penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, makanan yang diterima anak-anak tidak dilengkapi dengan air minum.
“Kami menerima makanan, tetapi tidak ada air minum,” ujarnya, Sabtu (18/1/2026).
Program MBG merupakan program nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan sasaran utama pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan. Program ini menekankan penyaluran yang tepat sasaran dan sesuai standar gizi.
Selain persoalan distribusi, masyarakat juga menyoroti proses perekrutan pegawai. Warga menduga perekrutan dilakukan berdasarkan hubungan keluarga dan relasi tertentu, bukan berdasarkan kompetensi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG maupun instansi terkait di Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut. (Tim)
