Incinews.net
Kamis, 08 Januari 2026, 20.21 WIB
Last Updated 2026-01-08T12:21:56Z
BimaHeadlineRakyatTanah

Beda Pendapat Soal Posisi Tanah, Pihak Ketiga Setelah Beli Tanah di Temba Kolo Terancam Dirugikan




Bima, Incinews.net — Seorang warga di Kota Bima yang merupakan pihak ketiga terancam mengalami kerugian setelah membeli tanah di kawasan Temba Kolo, Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Berikut hasil liputan tim media ini. Rabu, 7/1/2025.


Sebelumnya, seorang perempuan asal Kelurahan Dara berinisial I membeli sebidang tanah dari seorang ASN berinisial S yang saat ini bertugas di lingkup Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Bima.


“Saya mengalami kesulitan untuk menempati tanah yang telah saya beli pada tahun 2020 lalu. Kini lokasi tanah yang ditunjuk oleh pihak pertama dan pihak kedua berbeda, padahal sebelum membeli tanah lokasinya telah dijelaskan oleh pihak kedua. Tanah tersebut saya beli dari pihak pertama inisial S,” jelas I selaku pihak ketiga.


Dalam investigasi yang dilakukan tim media bersama para pihak di lapangan, ditemukan fakta bahwa I dan S justru berbeda pendapat mengenai letak tanah yang diperjualbelikan. Keduanya sama-sama mempertahankan klaim lokasi yang berbeda.


“Awalnya saya ditawari untuk membeli tanah ini. Saya mengecek lokasi bersama dua teman saya, saat itu suami S menunjuk lokasinya di sini. Sampai saat ini lokasi ini yang saya tahu,” ungkap I ketika berada di lapangan.


Sementara itu pihak S membantah lokasi yang ditunjuk oleh I. Menurutnya tanah yang dimaksud berada di lokasi lain.


“Tanahnya di sana, bukan di sini,” tegas S ketika menjelaskan kepada I di lokasi.


Terkait kawasan Kelurahan Kolo sendiri, sekitar November 2025 lalu beberapa warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa transaksi jual beli tanah di wilayah tersebut kerap terjadi, mengingat posisinya dinilai strategis.


Hingga saat ini persoalan antara S selaku pihak pertama, I selaku pihak kedua, serta BR selaku pihak ketiga yang berpotensi dirugikan terkait penunjukan lokasi tanah masih dalam proses pengawasan dan pemantauan berkelanjutan oleh tim media ini.