Incinews.net|Kab.Bima. Running data Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Bayi di Bawah Dua Tahun (B3) dalam rangka peningkatan gizi nasional serta pencegahan stunting di Kabupaten Bima, NTB, masih belum merata. Dari total 191 desa, masih banyak desa yang datanya belum berjalan.
Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Bima, Nurdin, mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat sejumlah besar data B3 yang belum terakomodir.
“B3 yang berada di wilayah 3T sangat diprioritaskan, termasuk juga B3 yang tidak masuk kategori kawasan 3T.” terangnya, Jum"at, 30/1/2026.
Ia menjelaskan, ada beberapa dasar pemikiran yang menjadikan B3 sebagai kelompok prioritas dalam program pemerintah tersebut.
“Pertama untuk pencegahan dan penanganan stunting, kedua untuk peningkatan kualitas generasi berkelanjutan sesuai harapan bangsa, dan ketiga untuk perlindungan ibu,” lanjutnya.
Berdasarkan data DP3AP2KB, dari 191 desa di Kabupaten Bima, tercatat 13.456 sasaran B3 telah running dan tersebar di 78 desa. Namun, masih terdapat 113 desa yang datanya belum berjalan.
Kondisi tersebut disebut dipengaruhi oleh sebaran dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang belum sepenuhnya aktif di seluruh wilayah.
Ke depan, Kepala Dinas DP3AP2KB berharap kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) benar-benar menjadi prioritas dalam pendistribusian MBG bagi kelompok B3.
“Setiap desa di Kabupaten Bima sebenarnya sudah ada pihak pelaksana pendampingan keluarga,” tambahnya.
Sebelumnya, hasil liputan media ini juga mencatat sebagian wilayah yang belum running data B3 berada di Kecamatan Parado, yang mencakup lima desa. Hal tersebut turut dibenarkan oleh Koordinator Dapur MBG Kecamatan Parado. (Tim)
