Foto: Kondisi bangunan SMAN 1 Parado. (Ist)
Incinews.net|Kab.Bima. Proyek pembangunan ruang belajar dan laboratorium SMAN 1 Parado, Kabupaten Bima, hingga kini masih terbengkalai. Bangunan bahkan disebut belum beratap, memaksa sekolah menerapkan sistem belajar sif.
Sejumlah sumber menyebut kemandekan diduga akibat material utama seperti baja dan besi yang tak kunjung didistribusikan oleh suplayer mayor berinisial MI melalui CV-nya.
Sumber internal berinisial R dari lingkup Dikpora NTB membenarkan kondisi tersebut.
“Material mayor belum sampai di lokasi. Itu yang membuat pekerjaan tidak bisa lanjut,” ujarnya.
Proyek yang seharusnya rampung pertengahan 2025 itu kini jauh dari target. MI juga disebut pernah membuat pernyataan bermaterai terkait pengembalian dana, namun belum ada kejelasan realisasi.
Direktur DPP Aliansi Mahasiswa Peduli Indonesia, Firdaus menanggapi pemberitaan media ini pada hari sabtu (31/1) mengecam keras kondisi tersebut.
“Ini menyangkut hak pendidikan siswa. Jika tidak ada tanggung jawab, kami siap laporkan ke APH,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak MI masih diupayakan untuk dikonfirmasi, sementara publik menunggu sikap resmi BPK dan Inspektorat. (Tim)
