Incinews.net
Sabtu, 31 Januari 2026, 19.02 WIB
Last Updated 2026-01-31T11:02:37Z

Pengecer Pupuk Subsidi di Parado Diduga Jual di Atas HET, Jainul Minta Aparat Bertindak

Incinews.net| Kab. Bima. Praktik penjualan pupuk bersubsidi di Kecamatan Parado kembali menjadi sorotan. Sejumlah pengecer diduga menjual pupuk jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp90.000 per sak.

Di lapangan, petani mengaku harus membeli pupuk dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp125.000 per sak. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, mengingat pupuk subsidi seharusnya menjadi solusi untuk menekan biaya produksi pertanian.

Jainul, selaku sumber informasi, mengecam keras dugaan praktik tersebut. Ia menilai tindakan menaikkan harga pupuk subsidi di atas HET merupakan bentuk pelanggaran terhadap aturan distribusi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Subsidi pupuk itu untuk membantu petani, bukan untuk dijadikan ajang mencari keuntungan lebih oleh oknum pengecer. Kalau harganya dinaikkan seenaknya, petani tetap saja menjerit,” tegas Jainul.

Menurutnya, petani Parado selama ini sudah terbebani biaya pengolahan lahan, benih, dan kebutuhan pertanian lainnya. Jika harga pupuk subsidi masih juga melambung, maka tujuan program bantuan pemerintah dinilai tidak akan pernah benar-benar dirasakan oleh petani kecil.

Jainul Ahad juga meminta aparat terkait segera turun melakukan pengawasan dan penelusuran di lapangan agar distribusi pupuk bersubsidi kembali berjalan sesuai ketentuan.

“Kami minta harga dikembalikan sesuai HET. Jangan sampai keresahan petani terus meluas hanya karena ulah segelintir oknum,” tambahnya.

Petani berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang agar pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan mereka dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. (Tim)