Incinews.net
Kamis, 18 November 2021, 12.29 WIB
Last Updated 2021-12-17T09:28:37Z
MataramNTBgemilang

Duduk Bersama Dengar Keluhan Warga di Lahan ITDC, MSQ Sebut Gubernur NTB Sosok Pemimpin Berprikemanusian

Foto: Juru bicara pejuang lahan ITDC, M. Samsul Qomar (MSQ) sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah, Gubenur NTB terlihat Duduk disalah satu Berugak didepan Halaman Rumah Warga.

insan cita (incinews), Mataram - Langkah Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengambil alih penyelesaian sisa lahan di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, menuai apresiasi juru bicara pejuang lahan ITDC, M. Samsul Qomar (MSQ). 

Terlebih, gubernur memastikan akan juga membayar sekitar 21 titik yang belum diselesaikan oleh ITDC hingga kini. 

"Alhamdulillah, berkat Pak Gubernur, dari 21   di sekitar Sirkuit Mandalika, sudah tanahada sembilan titik yang sudah klear dan akan dibayarkan tanggal 24 November. Ini kemajuan luar biasa," kata MSQ patitikda wartwan dalam siaran tertulisnya, Kamis (18/11/2021). 

Menurut MSQ, pada pertemuan antara pemilik lahan dengan Gubernur, direncanakan sisa lahan yang belum tuntas akan diselesaikan melalui mekanisme Satgas Khusus yang dibentuk oleh Gubernur Zulkieflimansyah. 

"Disini, langkah maju dan keseriusan Pak Gubernur, wajib kita tunggu dan dukung. Apalagi, 11 titik itu justru lokasinya sama dengan yang sembilan titik lainnya. Yakni, di sekitar areal Sirkuit Mandalika," ujar Ketua PP Loteng ini. 

MSQ mengaku,  TGH Fauzan Zakaria yang menjadi Ketua Tim Pejuang Lahan ITDC akan menyerahkan surat pengantar dan data-data terkait 11 bidang masuk dalam kawasan di dalam sirkuit yang belum di bayarkan 

"Kita minta waktu pak Gubernur untuk menyerahkan data 11 bidang ini, soal selanjutnya pola yg akan di gunakan kami menunggu arahan dan informasi dari pemprov. Pastinya, sikap Pak Gubernur yang mau mendengarkan masukan dan aspirasi warga ini yang kami atensi," jelas dia. 

MSQ mendaku, itikad baik pemprov yang mulai melakukan take over terkait lahan bermasalah yang belum dituntaskan sangat berprikemanusiaan.

Apalagi, lanjut dia,  warga yang saat ini menuntut keadilan adalah korban dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab selama ini.

"Perjuangan kami ini, murni soal keadilan dan kemanusiaan. Bayangkan Amaq Bengkoq, salah satu warga disekitar Mandalika, ia buta huruf dan hanya menuntut keadilan diatas lahan miliknya. Tapi, selalu sulit dilakukan, karena permainan oknum yang tidak bertanggung jawab," papar MSQ. 

Ia menambahkan, sikap Gubernur yang rela datang menemui warga, dirasa tepat sebagai sosok seorang pimpinan. Apalagi, dari pernyataan Gubernur,  nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan akan selalu dikedepankan dalam menuntaskan lahan sisa di sirkuit Mandalika.

Di mana, target yang sudah ditetapkan. Yakni,  sebelum perhelatan MotoGP tahun 2022, masalah sisa lahan tersebut sudah bisa dituntaskan. 

"Sikap Pak Gubernur yang memastikan bahwa  bukan hanya 21 bidang di dalam sirkuit saja, tapi seluruh masalah dan persoalan yg ada di kawasan KEK mandalika tanpa terkecuali akan tuntas, layak kita dukung semuanya," tandas MSQ.