Tiga Aspek Prioritas Ziadi-Aswatara Majukan Olahraga Lombok Tengah -->

Iklan 970x250px

Tiga Aspek Prioritas Ziadi-Aswatara Majukan Olahraga Lombok Tengah

Senin, 19 Oktober 2020
Foto: Pasangan calon (paslon) Bupati Kabupaten Lombok Tengah. (ist/O'im)

Lombok Tengah, incinews.net Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara memberikan program khusus bagi perkembangan olahraga di kabupaten Lombok Tengah. Pasangan ini akan mengembangkan konsep perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, seperti tahapan membangun fasilitas olahraga dari desa sampai kabupaten.

Menurut Ziadi, penyediaan fasilitas olahraga merupakan amanah undang-undang sebagai bentuk penerapan kebijakan publik, yang mana telah diatur dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005.

"Kualitas pelayanan publik yang semakin baik dapat diartikan, bahwa implementasi kebijakan telah dilakukan sesuai aturan dan sesuai dengan daya dukung atau sumber daya, yang disediakan dari aparatur pemerintah yang meliputi  sarana- prasarana pelayanan yang memadai maupun transparansi pelayanan," tutur Ziadi.

Pria yang akrab dipanggil AHZ ini pun menyebut ada beberapa poin orientasi dalam memajukan olahraga di Lombok Tengah.

"Kemajuan pembangunan olahraga harus berorientasi pada 3 hal yakni, pembangunan olahraga pendidikan, selanjutnya pembangunan olahraga prestasi, dan terakhir pembangunan olahraga masyarakat. Dengan demikian tujuan olahraga yang sebenarnya akan dapat tercapai secara efektif," ujarnya.

Ziadi yang juga Sekretaris KONI Lombok Tengah ini juga mencanangkan konsep keolahragaan yang terintegrasi dengan membangun lapangan kepemudaan dan keolahragaan bagi setiap desa, hingga membuat Gelanggang Olahraga (GOR) bertaraf internasional.

"Satu desa satu lapangan kepemudaan dan keolahragaan, satu kecamatan satu mini GOR dan lapangan bertaraf internasional yang sudah kami beri nama 'GOAL', yakni Gelanggang Olahraga Internasional Lombok. Itulah contoh perencanaan yang terintegrasi dan holistik, dari desa sampai ke tingkat kabupaten, sebagai jenjang prestasi olah raga masyarakat," ungkapnya.  

Selain itu, ziadi menginginkan adanya konsultan yang akan memberi masukan bagi perencanaan daerah di bidang olahraga dan pemuda.

"Kita berharap ke depan jangan hanya fisik mati saja yang punya konsultan, tapi manusia juga butuh konsultan perencanaan, kalau tidak begitu, mau dibawa kemana kepemudaan dan keolahragaan kita di Loteng ini," ujarnya.

Dengan fasilitas memadai, ziadi menargetkan talenta lokal dari desa dapat ditemukan sebagai bibit pembinaan atlit di masa depan.

"Jadi, dengan fasilitas yang memadai, kami juga harapkan para talenta lokal yang ada di setiap desa mampu menunjukkan bakatnya. Sehingga ke depannya mereka mampu menjadi atlit berprestasi secara nasional maupun internasional,” pungkasnya. (red)