Incinews.net
Jumat, 30 Oktober 2020, 18.13 WIB
Last Updated 2020-10-30T11:09:08Z
MataramNTB

Peran Pemuda Milenial NTB Jadi Benteng Resesi Ekonomi

Foto: Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menjadi menjadi keynote speaker pada kegiatan webinar dalam rangka menyambut hari sumpah pemuda dengan tema "Peran Pemuda Milenial dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Nasional" (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: Ancaman resesi ekonomi atau yang lebih dikenal dengan kelesuan dan menurunnya kegiatan dagang maupun industri terjadi selama pandemi Covid-19, diprediksi memiliki efek pada meningkatnya kemiskinan, berkurangnya lapangan pekerjaan serta menghambat kegiatan investasi dan sebagainya. Untuk membentengi itu semua, maka dibutuhkan peran pemuda milenial yang memiliki jiwa wirausaha yang besar.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menjadi menjadi keynote speaker pada kegiatan webinar dalam rangka menyambut hari sumpah pemuda dengan tema "Peran Pemuda Milenial dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Nasional" di Pendopo Wagub, Selasa (27/10/2020). Webinar kali ini merupakan inisiasi dari Lembaga Barisan Muda Wirausaha Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah NTB yang dipimpin oleh Agus Fahri. Webinar tersebut mengangkat tema "Peran Pemuda Milenial dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Nasional" dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang seperti Wakil Ketua Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, Tim Ahli Presiden, Dr. Kaharudin dan berbagai tokoh-tokoh NTB lainnya. 

"Untuk anak muda, kita berharap tidak hanya berkiprah pada satu atau dua bidang saja, namun juga didorong dapat terlibat dalam semua kegiatan roda perekonomian. Agar kita mampu membentengi diri dari berbagai masalah perekonomian termasuk resesi ekonomi," harapnya.

Menurut Ummi Rohmi sapaan akrabnya, pemuda saat ini merupakan kumpulan energi yang begitu dahsyat untuk mendongkrak roda perekonomian bangsa. Jika potensi ini dapat diletakkan dalam porsi yang tepat, lalu kemudian dibarengi dengan peningkatan kemampuan yang matang dan didukung dengan jaringan yang luas. Maka hal itu akan menjadi kekuatan besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat

"Kuncinya adalah tingkatkan kemanpuan, perkuat diri dengan rasa optimisme dan terus asah potensi diri dengan sebaik-baiknya. Maka semua jalan usaha yang dimimpikan pasti terbuka lebar," pinta Ummi Rohmi

Dijelaskan Ummi Rohmi, pertumbuhan ekonomi dunia di tengah pandemi Covid-19 menunjukan hampir semuanya mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif. Misalnya dari prediksi lembaga ekonomi dunia seperti International Monetary Fund (IMF) menyebutkan - 4,9 persen pertumbuhan ekonomi dunia. Begitu juga prediksi dari Bloomberg yang menyebutkan penurunan hingga - 4,7 persen. Artinya pertumbuhan ekonomi dunia saat ini terus mengalami penurunan yang negatif.

"Melihat pertumbuhan ekonomi tersebut, kita di NTB harus mampu menemukan celah yang tidak banyak orang tahu. Termasuk kebijakan pemerintah yang memberi penguatan ekonomi melalui kegiatan pelatihan bagi para UMKM/UKM masyarakat, membeli produk lokal yang dikemas dalam bantuan JPS Gemilang yang 100 persen merupakan produk-produk asli dari masyarakat NTB," jelas Ummi Rohmi.

Selain berdagang, Lanjutnya, masyarakat NTB banyak yang  menghidupkan ekonomi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan sebagainya sehingga roda perekonomian relatif masih berjalan dengan normal "Kita bersyukur bahwa masyarakat di NTB tidak bergantung pada satu mata pencaharian," ungkapnya. (red)