KP2L Gelar Pentas Seni Dan Pengenalan Potensi Pantai Oi Fanda dan Sapui Bima -->

Iklan 970x250px

KP2L Gelar Pentas Seni Dan Pengenalan Potensi Pantai Oi Fanda dan Sapui Bima

Sabtu, 31 Oktober 2020
Foto: Kegiatan Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan (KP2L) saat menggelar pentas  budaya, dengan tema “Pemuda dan Budaya”. 

Bima, incinews.net: Dalam rangka memperingati hari Sumpah pemuda, 28 oktober 2020. Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan (KP2L) menggelar pentas  budaya, dengan tema “Pemuda dan Budaya”.

Ketua Umum KP2L Desa Nipa, Deki Wahyudin, memandang bahwa pemuda memiliki andil besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, KP2L ingin menyampaikan pesan terhadap masyarakat bahwa pemuda adalah bagian terpenting agar tetap lestarinya budaya dan nilai luhur Suku Mbojo atau lebih dikenal dengan sebutan Bima. Dan Alhamdulillah kegiataan tersebut sukses dilaksanakan

“itulah sebapnya, mengapa kami mengangkat Tema “Pemuda dan Budaya,"ujarnya (30/10/20).

Lebih Lanjut, Deky mengatakan pemuda hari ini tidak hanya berperan sebagai pengkritik kebijakan pemerintah, melainkan harus sadar atas kelestarian Budaya dan Pontensi underwater di desa Nipa

 “Melihat perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat hari ini, serta bergesernya nilai budaya dari kehidupan kaum muda mudi kami KP2L merasa prihatin akan kondisi yang demikian dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempromosikan keindahan bawah laut pantai oi fanda dan Pantai di desa nipa. Oleh karenanya kami menginisiasi kegiatan pentas budaya yang akan dilaksanakan di Pantai Sapui untuk mengembalikan nilai budaya dan membangun kesadaran  di tengah masyarakat, terkhusus masyarakat Desa Nipa", ujarnya 

Pagelaran Seni Budaya dan pengenalan potensi underwater, yang diadakan KP2L akan mempersembahkan beberapa persembahan, diantaranya tari  tradisional, musikalisasi puisi, akustik dan mempromosikan keindahan bawah laut yang ada di desa nipa.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh beberapa Sanggar Seni yang ada di Kabupaten Bima. Kemudian Sebagai puncak kegiatan, KP2L menutup dengan membacakan Sumpah Pemuda diakhir kegiatan sebagai bentuk penghargaan kepada perjuangan para pemuda terdahulu dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan dan nilai budaya lokal. 

“Kami berharap perjuangan pemuda akan lebih baik kedepannya” ujar Deky. (red)