Bela Pemilik Lahan MotoGp, Luthfi DPRI RI NasDem Difitnah Lawan Politik -->

Iklan 970x250px

Bela Pemilik Lahan MotoGp, Luthfi DPRI RI NasDem Difitnah Lawan Politik

Jumat, 05 Juni 2020
Foto: Pertemuan klarifikasi.

Lombok Timur, incinews.net: Anggota DPR RI, Dapil 2 Lombok HM Syamsul Luthfi akhirnya bereaksi terkait tudingan salah satu mantan anggota DPRD Lombok Timur M Faisal. Kamis (4/6/2020), mereka bertemu langsung untuk mengklarifikasi tudingan tersebut. Di depan HM Syamsul Luthfi, M Faisal pun meminta maaf atas tudingan yang ia lontarkan. Dia mengaku khilaf dan hanya miskomunikasi.

“Saya pribadi meminta maaf kepada Bapak," ujarnya sembari mencium tangan Syamsul Luthfi.

Di tempat yang sama, HM Syamsul Luthfi mengaku sudah memaafkan Faisal. Baginya, yang terpenting adalah saling mengakui kesalahan. Namun ia meminta agar link berita yang memojokkannya itu harus dihapus karena hal tersebut bagian dari pencemaran nama baik.

"Aneh-aneh saja tudingan Faisal itu. Dia kok mengaku main proyek pada saat itu, sementara dia anggota DPRD. Itu justru melanggar hukum, karena anggota DPRD tidak boleh ikut main proyek. Saya jadi heran dengan karangan ceritanya," tukas Syamsul Luthfi. "Ibarat menepuk air didulang, terpercik muka sendiri," tambahnya. 

Di satu sisi, Syamsul Luthfi menduga, ada gerbong politik tertentu yang coba memanfaatkan situasi untuk merusak nama baiknya. Sebab belakangan, dirinya lantang menyuarakan percepatan progress pmbangunan KEK Mandalika dan MotoGP.

“Seperti ada yang mau menekan saya dengan sengaja mempublis dugaan kasus yang sengaja dikarang dan lain sebagaianya. Padahal saya tidak pernah menyerang persoanal tertentu. Ini murni perjuangan saya untuk masyarakat,” ketusnya.

“Saya selaku anggota DPR RI dari partai pendukung pemerintah, harus mengawal program prioritas nasional. Dan NasDem sendiri punya tugas itu,” tambah mantan Wakil Bupati Lotim itu.

"Ada apa sih sebenarnya dengan mahluk yang namanya ITDC ini, kok para penentu kebijakan di daerah seperti kebakaran jenggot kalau hal itu dibahas? Padahal kan semua harus diselesaikan secara open karena ini proyek strategis nasional, terutama soal kepemilikan lahan. Apalagi di era seperti sekarang ini tidak boleh main kucing-kucingan," ungkapnya.

Kemudian lanjutnya, apapun program pemerintah pusat harus menjadi concern semua pihak, khususnya pemerintah daerah. Sehingga semua program prioritas pemerintah harus tuntas tanpa kendala apapun.

“Sekali lagi saya tegaskan, terkait lantangnya saya menyuarakan soal penyelesaian sengketa tanah KEK Mandalika dan MotoGP, intinya saya hanya menjalankan mekanisme check dan balance saja. Jangan ada yang mudah tersinggung, apalagi sampai menekan dengan cara-cara yang tidak terpuji," sindirnya. 

Kembali soal apa yang dituduhkan kepadanya, Syamsul Luthfi membantah keras jika ia menjanjikan proyek kepada Faesal. Itu dianggapnya sebagai fitnah dan tendensius yang kental dengan muatan politis. Sebab isu yang sama juga pernah diviralkan selama bertahun-tahun hingga 2018 saat dirinya maju sebagai calon Bupati Lombok Timur lalu. Hal itu baginya sangat merugikan, baik pribadi maupun keluarganya. Selama ini lanjut Luthfi, Faisal mengaku sering dirugikan dirinya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. 

"Perlu saya jelaskan, sebenarnya bukan saya yang menipu, justru saya yang  ditipu mereka. Tapi biarlah tidak usah dibesarkan, agar tidak tambah ramai" ketusnya.

"Sebagai seorang Wakil Bupati, saat itu saya tidak pernah melayani urusan proyek. Apalagi kalau saudara Faisal ngaku setor-setor dana ke saya dan saya janjikan proyek. Itu terlalu direkayasa untuk pencemaran nama baik," pungkasnya. (red)