Patut Ditiru, Istri Perangkat Desa Wora di Bima Alihkan BST Miliknya Untuk Anak Yatim -->

Iklan 970x250px

Patut Ditiru, Istri Perangkat Desa Wora di Bima Alihkan BST Miliknya Untuk Anak Yatim

Sabtu, 23 Mei 2020
Foto: Saat Menyerahkan Bantuan BST.

Bima, incinews.net: Pembayaran dana Bantuan Sosial Tunai (BST) oleh pihak PT.Pos Indonesia (persero) di Kabupaten Bima nusa tenggara barat(NTB)pun resmi terlaksana pada Jumat (22/5) untuk tahap pertama(1)hari kedua Bertempat di Aula Kantor Camat wera, yang di hadiri oleh kapolsek wera(Iptu husein), ketua TKSK Kab.Bima yang didampingi oleh Camat wera H.M.Ridwan S.sos dan Kepala Cabang PT.Pos Indonesia (Persero) Krisna nugraha dalam penyaluran dana BST kepada 1202  kk penerima.

Seiring dengan aliran BST-Pusat tersebut, dimana-mana masih terkeluhkan dan tersaksikan kenyataan yang berbanding terbalik dengan posisi penerima manfaat BST-Pusat itu. Ada nama penerima BST Pusat yang  tercatat sebagai perangkat desa, sebutlah Reni anggriani 32 thn istri sekertaris desa wora mengalihkan bantuan atas namanya pada Asti lestari(20 thn) anak yatim yang masih belum berkeluarga.

Reni anggriani salah satu istri perangkat desa yang menerima bantuan sosial tunai(BST) Bansos pusat, selain dari desa ntoke, desa payi yang merupakan beberapa desa yang mengalihkan pada warga yang layak dan pantas mendapatkan.

Aliasmin S.pd selaku Sekertaris desa wora yang kami temui di kantor camat wera di jln lintas wera-sape pada saat pembagian bantuan sosial tunai itu berlangsung, menerangkan, saya merasa tidakk berhak menerima bantuan itu kerena saya sudah di gaji oleh negara, jadi saya kasih saja orang-orang yang berhak menerimanya (tidak mampu). 

"Jumlah Penerima BST kemensos lewat via pos desa wora sebanyak 84 orang," imbuhnya, jum'at (22/5/2020)

Ketua TKSK kab.Bima jokomalis S.sos mengatakan, Sekdes Wora adalah salah satu aparat Desa dari pemerintah desa lain di kecamatan Wera yang telah Menerima BST lalu menyerahkan bantuan tersebut pada warga lain yang pantas menerimanya.

"Kami sebagai Relawan sosial sebagai Mitra bemerintah yang di percaya untuk mendampingi pelaksanaan penyaluran BST sangat berterima kasih dan mendukung atas keiklasan Sekdes Wora dalam mengambil langkah terbaik untuk warganya,"ungka ia.

Sementara, melihat kejadian tersebut, Krisna nugraha selaku Kepala kantor PT. POS(persero) Bima menjelaskan, terkait data yang di beri kode 4 warna merah itu tidak bisa di cairkan dan itu sudah menjadi ketentuan pusat. "Dan kami hanya sebagai jasa penyaluran bantuan " tuturnya 

Sementara, salah satu warga, yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan, Adapun beberapa desa yang masih bingung dan tidak puasa dengan sistem yang di terapkan sebab desa akan menjadi sasaran kritikan masyarakat, "karna data tidak sesuai yang kami kirim pungkas salah satu pejabat desa saat komplain," sebutnya dengan inisial (i)

Amirudin SH, selaku sekertaris BPD desa Tawali berharap, dan solusinya, Walaupun verifikasi dan validasi data penerima bantuan ini banyak yang double dan harus kembali ke desa masing-masing sebagai sumber data, karna, Kata ia,  harus kami akui maksimalnya kami saat pembayaran BST yang jelas pemerintah desa dan BPD suda menghimbau terhadap masyarakat yang menerima bantuan lain.

 "Tidak di perbolehkan mendapat bantuan BST " terangnya. (red)