Issu Patung Pantai Wane Makin Liar, Begini Sikap Tokoh Monta Selatan -->

Iklan 970x250px

Issu Patung Pantai Wane Makin Liar, Begini Sikap Tokoh Monta Selatan

Jumat, 25 Oktober 2019

Bima,Incinews.net-Tokoh Agama dan Masyarakat Kecamatan Monta Selatan berkumpul membahas issu yang mencuat di Publik mengenai keberadaan patung di Pantai Wane Desa Tolotangga Kecamatan  Monta kabupaten  Bima.

Menilik dinamika sebaran issu negative melalui Media Sosial yang kian jauh dari realita factual terkait dengan keberadaan lokasi yang di dalamnya terdapat patung, sekitaran pantai Wane Desa Tolotangga
Kecamatan Monta, maka tokoh agama,  masyarakat  dan seperti Syarifuddin HMT. (Tetua Adat Tolotangga) selaku Mantan Sekdes, Arifin, S.Sos selaku Kepala Dusun Wane, Suhardin,Tokoh muda - BPD terpilih Desa Wane, Alimin Husen,Ketua BPD Tolotangga berdomisilir di Wane, Syarif Al-Kisah (Humas POKDARWIS) Desa Waro,Sunardin, Kepala Dusun Tolouwi, Jufrin sebagai Tokoh Masyarakat Sondo, dan Syahrawadin Tolotangga selaku Pokdarwis, telah menyimpulkan dalam rapat  yang dilaksanakan, Kamis (24/10).

Mewakili 8 tokoh lainya,  Syarifuddin mengatakan, bahwa lokasi tersebut merupakan lahan pribadi milik Bapak Kombespol, Eka Wana Prasta,selaku
Mantan Kapolres Bima yang dibeli labur dari salah seorang warga Tolotangga yang bernama M. Saleh Makka, sekitar 4 tahun lalu. "Lahan tersebut seluas lebih kurang 4 Hektar are dan telah disertifikat", ungkapnya.

Dikatakannya patung- patung tersebut berada dalam lahan pribadi dan merupakan hiasan taman yang dalam proses pendiriannya diketahui secara pasti oleh  pemuka dan masyarakat. "Kami dan seluruh masyarakat 7 Desa wilayah Monta Selatan tidak pernah merasa risih dengan keberadaan patung hiasan taman tersebut", jelas Syarifuddin.

" Kami berkeyakinan keberadaan hiasan taman, sebagaimana dimaksud bukanlah suatu hal yang menjadi ancaman pelunturan nilai budaya dan kearifan local apalagi melunturkan aqidah", katanya.

Lanjutnya diketahui secara pasti bahwa bangunan di lokasi tersebut bukanlah tempat beribeadah atau cikal bakal rumah ibadah melainkan vila yang dijadikan tempat peristirahatan bagi pemiliknya, sewaktu-waktu datang untuk berkunjung atau berlibur dan keberadaan vila serta berbagai ornament taman di lokasi tersebut telah menjadi daya tarik yang
memberi manfaat bagi kunjungan wisatawan dan hal tersebut memberi dampak positif pada kreatifitas pemuda (Kelompok Sadar Wisata) sehingga mengalihkan para pemuda dari
melakukan perbuatan - perbuatan yang melanggar hukum dan norma, terang Syarifuddin.

Totua Adat ini,menghimbau dengan sangat kepada pihak manapun untuk tidak gegabah mengembangkan issu - issu yang dapat melahirkan stigma negatif yang membuat wilayah monta selatan terus diimagekan tidak aman, sehingga berdampak pada kurangnya minat masyarakat luar untuk berkunjung/ berwisata, harapnya.

Masyarakat berkomitment untuk tetap menjaga keutuhan dan keharmonisan
(Kamtibmas) di lokasi kawasan pantai Wane, umumnya Kecamatan Monta dan Kabupaten Bima,demi dinamisnya kelanjutan pembangunan dan transformasi social kemasyarakatan serta tidak akan  terpancing dengan adanya hal-hal yang bersifat profokatif dari pihak luar yang belum tentu mengetahui secara pasti terkait dengan keadaan social kemasyarakatan dan wilayah Monta Selatan dan berharap pada waktu-waktu selanjutnya terdapat upaya - upaya seluruh pihak untuk terus
memajukan kawasan Pantai Wane dan menjadikannya sebagai sentra pariwisata, tutup Syarifuddin. (Inc)