Anak Yatim Piatu Asal Bima Jadi Korban Demo di Kota Mataram -->

Iklan 970x250px

Anak Yatim Piatu Asal Bima Jadi Korban Demo di Kota Mataram

Rabu, 02 Oktober 2019

Mataram,incinews.net-NTB- Aksi demo di Mataram rupanya menjatuhkan korban jiwa. Namun untungnya, korban saat ini berhasil diselamatkan.

Ia adalah Harmu Jiardin salah seorang mahasiswa Fakultas program studi D3 semester  lima Analis kesehatan kampus Politeknik Medika Farma Husada (PMFH) Mataram mengalami luka parah akibat bentrokan dengan aparat keamanan saat unjuk rasa depan Gedung Anggota DPRD NTB kamis (26/9/2019) di jalan udayana Kota Mataram kemarin.

Harmu Jiardin pri Asal Bima Kecamatan Sape itu, lantas dilarikan ke RSUP Provinsi NTB, Hingga saat ini korban masih dirawat secara intensif dirumah sakit Provinsi NTB.

Ternyata, Korban Merupakan Anak Yatim Piatu dan anak ke empat dari Empat saudara. "Harmu Jiardin adalah anak bungsu dari empat saudara, dan ditinggal oleh bapaknya sekitar 10 tahun yang lalu dan ibunya empat tahun lalu,"ungkap Faisal Bahtiar salah seorang Bapak Angkat yang selama ini merawat korban saat dimintai keterangannya, Senin (30/9/2019).

Pihak keluarga korban sendiri merasa sangat sedih dan ikut prihatin dengan apa yang dialami korban sekarang, dan berharap semoga Muhajir cepat sembuh. "Kita doakan semoga belaiu cepat sembuh,"ungkapnya.

Keluarga korban sendiri belum tahu pasti penyebab korban terluka. Pihak keluarga, Faisal, mengatakan kondisi korban saat ini cukup baik, dibandingkan saat sebelumnya mengeluarkan darah segar dari hidung dan telinga. Dia ditemukan tergeletak di samping gas air mata saat bentrokan. “Sekarang sudah sadar tapi belum bisa ngomong seperti biasa,” ungkapnya.

Selain itu, walau korban tidak aktif di organisasi kampus, sejumlah teman korban dan Dosen dikampus menilai bahwa korban anak yang cerdas dan pintar." Ia adalah salah satu anak cerdas dan pintar yang dimiliki kampus,"ungkap salah satu teman korban.

Hal itu juga Disampaikan, Direktur Kampus Politeknik Medika Farma Husada Mataram, Selama ini korban dikenal sangat cerdas dan pintar, namun pihaknya heran anaknya gak mau ikut terlibat aktif di organisasi mahasiswa di kampus. "Kok tiba-dia jadi korban Padahal anaknya gak begitu suka dengan aksi demonstrasi bahkan gak mau aktif di organisasi, selama ini kita dorong untuk masuk Bem dan Lainnya di kampus,"teran Pak Syamsuriansyah.

Lebih jauh Pak Syamsuriansyah, mengatakan, saya sendiri Kaget dengar kalo korban ikut Demo, karana kampus sendiri sudah tegaskan kepada anak-anak untuk tidak turun aksi. "Saya khawatir terjadi Keributan,yang bisa merugikan Mahasiswa itu sendiri,"sebut ia

Namun iyapun berharap, semoga korban lekas sembuh."semoga lekas Sembuh dan masuk kuliah lagi,"kata Syamsuriansyah, usai menyerahkan bantuan kepada korban dengan dikawal sejumlah dosen dan Mahasiswa PMFH mataram.

Pantauan media ini, korban mengalami luka yakni mata sebelah kanan dengan warna hitam kecoklatan dan telinga serta luka ditangan. (Inc)