Lutfi, Ibarat Gajah yang Berubah Jadi Semut -->

Iklan 970x250px

Lutfi, Ibarat Gajah yang Berubah Jadi Semut

Senin, 09 September 2019
Muhammad Isnaini AR "Direktur Eksekutif Independent Democracy Policy (INDeP)

Diskursus publik dipenuhi oleh rumor tentang Tokoh aktivis 98 sang pembawa perubahan, itulah awal-awal kemunculan Lutfi saat memperebutkan kursi Walikota Bima 2018 lalu. Itu semakin berkembang memenuhi imajinasi sebagian besar rakyat Kota Bima dan benar adanya Lutfi-lah dinyatakan sebagai pemenang. Ekspektasi publik rakyat Kota Bima akan perubahan hampir berhembus sampai kelorong-lorong terkecil. Pasar, terminal, kampus, warung kopi, gang, toko-toko, kampung-kampung angin perubahan terus berhembus menjalar ke isi kepala dan harapan publik Kota Bima.

Tapi apa, hari ke hari hembusan angin perubahan itu pelan-pelan berubah menjadi racun. Yang nampak ke permukaan bukanlah suatu kebijakan publik tentang perubahan Kota Bima melainkan begitu telanjang gambaran tentang lutfi berhadapan dengan rakyat.

Isu kwitansi 7 juta yang belakangan beberapa hari ini berhembus kencang, telah merontokan kewibawaan kekuasaan Lutfi. Bukan penyelesaian masalah yang muncul dengan kata lain kegaduhan berhenti, malah melainkan kegaduhan itu semakin bertambah dengan bertambahnya deretan nama orang-orang yang dilaporkan oleh Lutfi (istri) melalui kuasa hukumnya. Memang, Lutfi tidak muncul sebagai pelapor tapi "Relasi Kuasa" Suami-Istri antara Lutfi dengan Elli tidak bisa menghapus nama Lutfi dari presepsi publik. Elli dan Lutfi adalah satu kesatuan yang sulit terpisahkan, bagi penilaian publik.

Label Aktivis 98 yang melekat dalam diri Lutfi sesungguhnya gambaran ketokohan sebagai elit besar, gajah. Tapi memilih berhadapan dengan rakyat (melaporkan) adalah tindakan mengkerdilkan diri seperti semut. Lagi-lagi saya ingin tekankan bahwa walau bukan Lutfi yang melaporkan akan tetapi tidak akan bisa menghapus penilaian publik bahwa itu Lutfi, karena Elli adalah Istri Lutfi.

Sebagai Aktivis 98 yang pernah melawan penguasa dan menumbangkan kekuasaan otoriter, Lutfi seharusnya tidak menempuh jalur hukum untuk menghentikan kritikan rakyatnya. Bukankah Lutfi memiliki tim, memiliki loyalis.? Seharusnya orang-orang ini bisa dipakai oleh Lutfi untuk melakukan counter opini. Opini publik harus dilawan dengan opini, jika tidak mampu bearti ada yang salah dengan tim atau loyalis Lutfi.

Dari pada Lutfi melaporkan rakyat ke aparatur penegak hukum yang bisa mengkerdilkan dirinya sebagai mantan Aktivis 98, lebih baik Lutfi memeriksa isi kepala tim dan para loyalisnya yang melakukan counter opini di publik. Apakah mereka cukup memiliki argumentasi.? Apakah mereka cukup memiliki narasi.? Atau jangan-jangan mereka cukup gagap mengucapkan kata dalam merasional segala sesuatu atas tuduhan terhadap Lutfi termasuk tuduhan kegagalan Lutfi dalam menciptakan perubahan di Kota Bima.

Pertengkaran yang terjadi antara pengkritik dan loyalis kekuasaan hanyalah pertengkaran narasi dan argumentasi maka penyelesaiannya adalah dengan argumentasi dan narasi pula. Itu pentingnya Lutfi menaikan digit pikiran Loyalisnya supaya memiliki narasi dan argumantasi. Begitupun para pengkritik akan melakukan hal yang sama. Penting Lutfi memeriksa para loyalisnya sebab jangan sampai kegaduhan itu malah dimunculkan oleh para Loyalisnya, itu bisa jadi terjadi. Wallahualam, sekali lagi penting Lutfi memeriksa para Loyalisnya.

Rakyat mengkritik itu artinya ada soal dan masalah serius yang patut dikritik sebagaimana halnya ketika aktivis 98 (yang didalamnya "katanya" ada Lutfi) mengkritik kekuasaan orde baru. Orde baru ditumbangkan tentu tidak ingin menciptakan orde yang suka mempenjarakan rakyat sebagaimana orde baru suka lakukan dulu. Lutfi paham soal ini.

Melaporkan rakyat dengan alasan atas nama dan demi harga diri itu sangat kecil urgensinya jika dibanding dengan persoalan besar yang menjadi tanggung jawab Lutfi sebagai Wali Kota Bima. Tanggung jawab Lutfi untuk menghadirkan perubahan di Kota Bima sebagaimana janji kampanye dulu akan merusak nama baik Lutfi jika kebijakan-kebijakan Lutfi tidak mengarah kesana. Lutfi harus lakukan hal-hal besar dengan ide-ide besar yang tergambar dalam program perioritas, bukan melakukan hal kecil remeh temeh (ingin penjarakan Rakyat). Ingat, nama baik itu Lutfi akan dapatkan jika terjadi pemenuhan janji kampanye dulu bukan ada pada hinaan rakyat. Lutfi akan lebih terhina jika tidak mampu menunaikan janji perubahannya untuk Kota Bima. Itu bahayanya janji kampanye yang tidak tertunai.

Janji kampanye tidak ada kaitannya dengan lama masa waktu menjabat. Publik menilai tentang pemenuhan janji kampanye adalah dengan membaca program prioritas dan program unggulan yang disusun oleh Lutfi sebagai Wali Kota. Publik haus, ingin mengetahui Program prioritas dan program unggulan Wali Kota Bima, sodorkan itu ke publik agar terang benderang.

Saya sangat menghormati Lutfi sebagai Aktivis yang telah menghadirkan demokrasi sehingga saya dan lainnya bisa menikmati suasana kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang. Namun saya akan lebih menghormati lagi Lutfi jika mampu membesarkan hati untuk memaafkan orang-orang (Rakyat) yang mencaci makinya. Lutfi jika memaafkan maka Rakyat akan semakin sayang serta cinta dan penghinanya akan terhina dengan sendirinya. Lutfi adalah Gajah, Orang menghina tidak membuat Anggapan Gajah yang melekat dalam diri Lutfi hilang. Jangan berhadapan dengan semut sebab akan membuat diri kita menjadi Semut.

Saat saya dulu membuat tulisan "Surat terbuka Untuk Lutfi" atas laporannya terhadap JJ di Polda Metro Jaya, saya juga menyampaikan hal yang kurang lebih sama seperti yang saya tulis ini walau dengan kalimat berbeda. Lutfi telepon saya langsung terkait surat yang saya tulis, sebagai orang yang saya hormati, saya sampaikan saran-saran agar sebaiknya Lutfi tidak melanjutkan Laporan terhadap JJ, karena bisa mengganggu konstalasi pencalonan beliau sebagia Wali Kota.

Saya berharap, Pembukaan MTQ, Bangun Musholah dalam lingkungan kantor dan kantin Wali Kota bukanlah Program Unggulan dan Program Prioritas (Perubahan) Wali Kota Bima, Lutfi.

Selamat Bekerja Bang, Semoga Perubahan engkau benar-benar hadirkan di Kota Bima. Salam hangat dari juniormu anak jalanan.