Gubernur Dr Zulkieflimansyah: NTB Harus Menjadi Replika Indonesia -->

Iklan 970x250px

Gubernur Dr Zulkieflimansyah: NTB Harus Menjadi Replika Indonesia

Senin, 09 September 2019

Senggigi, incinews.net- Sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa di Papua, Kepolisian Daerah (Polda) NTB menggelar acara do’a bersama dalam tajuk ‘Pray and Love for Papua from West Nusa Tenggara’ Sabtu (7/9/2019) malam di kawasan hotel Aruna Pantai Senggigi.

Kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., Forkopimda NTB dan berbagai elemen masyarakat di NTB, bahkan turut pula hadir Sekretaris Daerah (Sekda) dengan didampingi puluhan warga Kabupaten Fakfak, Papua.

Bang Zul sapaan Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan bahwa diseluruh plosok NTB masyarakat terus menyuarakan slogan NTB Gemilang. NTB Gemilang tidak hanya selogan, NTB Gemilang memiliki makna yang dalam.

Makna NTB Gemilang yang pertama, adalah memastikan bahwa Provinsi NTB yang kita cintai ini, Provinsi yang menjadi tuang rumah yang baik untuk investasi. Tidak mungkin standar hidup kita lebih, tidak Mungkin masyarakat NTB mencicipi kemakmuran, kesejahteraan, memperoleh banyak kesempatan bekerja Kalo investasi masuk. Investasi lah yang memungkinkan masyarakat kita memiliki Kesempatan baru, bekerja dengan baik.

Selain itu, Kita tidak bisa membayangkan kita bersaing dengan sejumlah daerah lain untuk menjamin, memastikan, bahwa daerah kita aman, bersahabat dengan para investor untuk berinvestasi.

Dan yang kedua, kata Bang Zul, NTB Gemilang itu mensyaratkan bahwa daerah kita, Provinsi kita, tempat kita ini nyaman untuk pendatang, pengunjung dan yang datang untuk berbisnis, "NTB yang gemilang adalah NTB rumah kita Bersama, tempat yang nyaman, tempat yang nyaman dimana hati kita saling bertautan dengan penuh kekeluargaan dan kehangatan,"ungkap Bang Zul di ikuti suara tepuk tangan ribuan peserta yang hadir.

Dan yang terakhir yang ke Tiga kata Gubernur, tentu kita ingin bersahabat menjadi tuang rumah yang baik buat investasi, tentu kita ingin menjadi tuan rumah yang baik dengan pengunjung yang dapat mengunjungi eksotisme Nusa tenggara barat. "kita ingin masyarakat NTB Tidak menjadi penonton, tapi menjadi masyarakat paling bahagia di daerahnya sendiri" tegas pria kelahiran Sumbawa ini.

Bang Zul juga berharap, mudah-mudahan di acaran malam ini, apa pun agamanya, apapun sukunya, dari manapun asal daerahnya, ketika mereka menginjakkan kaki di NTB, kita memastikan bahwa kita dan pengunjung dan teman semuanya, berbaur menjadi warga dunia, jadi warga Indonesia sesuai yang di cita citakan.

Selain itu, Bang Zul mengakui, tantangan mewujudkan NTB Gemilang itu tidak muda, ia menceritakan pengalaman pada saat menjadi anggota DPR RI, menyaksikan dinamika Politik di negeri ini dari sabang sampai Merauke, Kebhinekaan, keragaman, perbedaan, toleransi kadang-kadang hanya ucapan kerena urusan politik dan kepentingan politik. Politik kadang-kadang membuat kita lupa diri.

Hanya Karena persoalan pemilu, hanya Karena persoalan politik, atas nama kekuasaan kadang-kadang, Kata Bang Zul, teman-teman dari bali tidak lagi nyaman hidup di Lampung, Kedang-kadang teman-teman madura tidak nyaman lagi hidup di Kalimantan barat. Tapi di Nusa Tenggara Barat, Bang Zul ingin membuktikan, bukan hanya karena slogan, tapi jauh menancap dari lubuk hati kita yang paling dalam, dari manapun asalnya, apapun ras nya, suku, agama, etnisnya, warna kulit nya, bentuk matanya. "NTB Harus menjadi Replika Indonesia," kata Bang Zul.

Untuk itu, sambung nya, NTB harus menjadi lingkungan yang nyaman buat kita semua, tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi isu tentang keragaman, karena semua adalah bagian dari NTB yang di cita-citakan. "Pada intinya masyarakat NTB siap menjadi tuan rumah bagi semua elemen keberagaman dalam bingkai persaudaraan dan kebersamaan,"pungkasnya. (Inc)