Di SPBU Langka BBM, SER Pertamina Dimintai Penjelasan -->

Iklan 970x250px

Di SPBU Langka BBM, SER Pertamina Dimintai Penjelasan

Senin, 16 September 2019

Bima, Incinews.Net- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah NTB khususnya Bima sudah satu bulan lebih. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bima mengundang Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina NTB, Para pemilik SPBU kota dan Kabupaten Bima serta dinas terkait.

SER Pertamina NTB Sigit Wicaksono kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa kelangkaan BBM di Wilayah NTB khususnya bima memang kuota BBMnya hampir habis, makanya pihak pertamina mengurangi kuota BBM tersebut di setiap SPBU.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk menanggulangi kelangkaan BBM tersebut. dalam pertemuan tadi dengan Pemda dan seluruh Pemilik SPBU Kota dan Kabupaten Bima. Jatah BBM premium dari daerah lain yakni Lombok akan di alihkan ke Pulau Sumbawa. Dimana terjadi devisit atau over kuota, ungkapnya.

Diakuinya bahwa, dirinya bisa mengatur jatah BBM premium harian di masing-masing SPBU. Apabila SPBU mengikuti aturan mainya yaitu, SBPU harus mengikuti program Pasti Pas dan SPBU harus menyediakan tangki Pertamax, Jelas Sigit.

"Kalau pun aturan tersebut, dipenuhi oleh masing-masing SPBU, berapapun permintaan BBM Premium oleh SPBU, akan saya salurkan," katanya. Senin (16/9).

Disisi lain, lanjut Sigit, bahwa kuota BBM sepenuhnya diatur oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH MIGAS).
Artinya kewenangan ini bisa juga di atur oleh pertamina sendiri.Ketika ditanya, bahwa Pak Sigit menganak emaskan SPBU tertentu, sehingga ada reaksi protes dari SPBU-SBPU lainya ? Sigit enggan memberikan komentar terkait hal tersebut, dan menyarankan wartawan untuk meminta data di Depot Pertamina Bima. Karena disana ada semua data alokasi penyaluran BBM di setiap SPBU.

Ditempat yang sama, pemilik SPBU Sape Sudirman, menuturkan bahwa, Sigit selaku SER PT.Pertamina NTB tidak proposional membangi kuota harian, bulanan BBM Premium selalu TIMPANG, ada SPBU yang di anak emaskan.

"Terbukti dari alokasi BBM Premium hariannya mendapatkan jatah harian yang  jauh lebih banyak, dari SPBU lainya,"tudingnya.

Sudirman pun menduga, bahwa pak Sigit tidak objektif membagi jatah BBM Premium di setiap SPBU. Dasar dan tolak ukurnya darimana.

Ia pun berharap kelangkan BBM Premiun di Wilayah Kota dan Kabupaten Bima cepat teratasi. "Apabila pak Sigit tidak mampu mengatasi persoalan ini lebih baik pak Sigit mengundurkan diri dari SER Pertamina NTB,"harapnya. (Inc)