Kawasan Kantor Bupati Dompu Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Demo -->

Iklan 970x250px

Kawasan Kantor Bupati Dompu Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Demo

Rabu, 26 Juni 2019

Dompu,Incinews.Net-Puluhan masyarakat kampo samporo kelurahan bali satu yang tergabung dalam kesatuan aksi masyarakat kampo samporo (KAMKS) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD dan Pemkab Dompu, selasa (25/6/2019)

Aksi tersebut disebabkan oleh pembuangan sampah yang terjadi disepanjang bantaran sungai sori silo yang tidak jauh dari Kantor Bupati Dompu. tidak hanya itu, tentang tata kelola pasar yang tidak jelas ikut menjadi sorotan.

Korlap aksi, yaitu Laa Aches Makento dalam penyampaianya dia menilai, bahwa pembuangan sampah yang terjadi disepanjang sungai sorisilo disebabkan oleh beberapa faktor, pertama karna tata kelola pasar yang tidak jelas, kedua, tidak cukupnya kontainer dan kurang tegasnya pemerintah dalam menempatkan pedagang pada tempat yang telah disediakan.

“Kami adalah pelaku asli yang terkena dampak dari pembuangan sampah, setiap hari kami harus dihadapkan dengan bau busuk, gigitan nyamuk, bahkan air kotor tidak dapat digunakan oleh masyarakat untuk mencuci pakaian, sungai adalah sumber dari kehidupan kami dan kami terbiasa dengan sungai, akan tetapi dengan keadaan ini kami tak bisa lagi untuk menggunakannnya lagi,”Katanya Pria Alumni Fakultas Hukum Unram ini

“Sementara, lokasi Sungai tersebut tidak jauh dari kantor Bupati,”tambahnya.

Sementara, orator Syaf kaso, dalam orasinya, menyinggung revitalisasi pasar. Pada tahap ke III memakan anggaran negara sebesar 3,5 M.

“Untuk apa dilakukan pembangunan revitalisasi pasar sementara pembangunan pasar sebelumnya pada tahun 2016 yang menelan anggaran sebesar 10,5 miliar tidak pernah difungsikan, kami menilai keberadaan revitalisasi pasar oleh pemkab dompu ini jangan sampai dijadikan lahan untuk meraih fee dan keuntungam pada rekanannya,” ujarnya.

Mengingat bangunan yang sebelumnya saja, sambung iya, tidak pernah difungsikan dengan baik, seharusnya pemerintah harus hadir dan tegas dalam menuntaskan persoalan semacam ini, karna ini krusial. “Pemerintah tidak boleh berdiam diri, kami sudah lama mendiami daerah ini. Lahir, tumbuh dan besar,” imbuhnya.

Saat menggelar Aksi depan Kantor Pemda, massa diterima oleh kepala dinas disperindag Hj.sri suzana, dia berterima kasih kepada masyarakat yang sudah menyampaikan persoalan ini. Dan mengenai apa yang menjadi tuntutan masyarakat akan dipenuhi pada pembangunan revitalisasi pasar tahun ini, “mulai dari pemagaran pada badan sungai dan melakukan penempatan pedagang sesuai dengan rencana awal pembanguna,”katanya.

Soal Anggaran revitalisasi pasar sebesar 3,5 miliar, Hj.sri suzana, menyampaikan, anggaran tersebut berasal dari kementrian perdagangan dan perindustrian dalam menindaklanjuti pembangunan pasar.

Aksi massa juga menuntut pemerintah kabupaten Dompu untuk segera memfungsikan kembali bangunan pasar yang ada dan tata kelola pasar sesuai dengan rencana pembangunan awal, “tidak melakukan pembuangan sampah disepanjang bantaran sungai sori silo dan melakukan normalisasi sungai sorisilo yang disebabkan oleh kedangkalan pembuangan sampah,” ujarnya.(inc)